Showing posts with label Jalanan Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jalanan Jakarta. Show all posts

Friday, March 4, 2011

TIPS : MENGHINDARI PENJAMBRET HANDPHONE DI JALAN


Pernah menyaksikan orang yang baru aja  di jambret? Kasian melihatnya, lemes dan kadang saking kaget tidak dapat berkata apa-apa even berteriak maling pun susah walapun dia tahu penjambretnya. Disaat booming-nya handphone dengan berbagai tipe dan desain yang keren didukung mewabahnya FB, Twitter, BBM orang semakin asyik menggunakan Handphone bahkan di jalanan, trotoar. Ketika ada kesempatan langsung buka hp tanpa menyadari ada yang berniat menjambret Hp tersebut.

Suatu siang saya sedang pergi makan siang dengan rekan di kantor. Kami naik mobil dau mencari makan sekitar daerah kebun sirih. Dari dalam mobil kami melihat seorang profesional muda sedang berlari di depan kantornya sambil menunjuk seorang pengendara motor tanpa suara yang jelas. Setelah pengendara motor jauh, eksekutif muda tersebut baru mampu mengeluarkan suara dan berteriak ‘Maling’. Tetapi sudah terlambat penjambret yang menggunakan motor terlalu jauh. Ternyata hp BB sang esmud di jambret pada saat dia sedang BBM di tepi jalan.

Setelah menyaksikan kejadian itu kami 4 orang di mobil berbagi cerita tentang fenomena penjambretan HP, betapa nekatnya penjambret sekarang dijalanan ramai masih tetap melakukan penjambretan dengan mempertaruhkan nyawanya. Salah satu temanku  memberikan tip cara menghindari penjambretan HP di jalan.  Inilah tipsnya :

1.      Saat anda menelpon di trotoar cobalah berjalan dekat pinggir tembok pembatas atau bagian paling kiri dan hanphone anda diletakan di telinga kiri juga. Hal ini untuk menghindari Hp dijangkau oleh penjambret yang menggunakan motor. Apabila kita berada di sisi kiri trotoar akan sulit diambil oleh penjambret  kecuali jambretnya nekat turun kemudian menjambret dan kemudian baru lari dengan  motornya. Waktu yang dibutuhkan lebih lama dan kemungkinan tertangkap juga besar. Saat anda menerima/membaca SMS, BBM, Facebook, twitter di jalanpun akan lebih aman apabila anda berjalan disisi kiri jalan/trotoar.
2.      Perhatikan sekeliling anda saat menelpon di jalan. Saat anda menerima telpon di telinga kiri dan anda ingin menoleh ke belakang untuk memperhatikan keadaan di belakang maka berbaliklah ke arah kanan sehingga apabila orang dibelakang berusaha mengambil hanphone akan kesulitan karena posisi handphone anda menjauh dari jangkauan penjambret. Begitu sebaliknya apabila anda sedang menerima telpon dan posisi telpon di telinga kanan maka saat menoleh ke belakang berbaliklah ke arah kiri,  apabila anda berbalik ke arah kanan juga hal ini akan mempermudah penjambret/pencopet mengambil hanphone anda.
3.      Jangan terlalu sering membuka dan menggunakan handphone anda di jalan apalagi asyik dengan FB, Twitter atau BBM dll, karena hal ini akan membuat anda lengah dan mudah bagi penjambret mengambil hanphone tersebut. Ingatlah slogan Bang Napi “Kajahatan ada karena adanya kesempatan” so jangan menciptakan kesempatan orang lain menjmbret anda dengan memperlihatkan handphone keren anda.

Tips ini tidak berlaku apabila kejadiannya anda di hipnotis terlebih dahulu hehehe

Tuesday, August 17, 2010

Jakarta oh Jakarta ( Part 3 )


Dimanakah dijakarta anda begitu menikmati jalanan yang lalu lintasnya lancar, trotoarnya bersih dan luas dengan rindangan pepohonan yang teduh sehingga saat melintasi jalan itu anda dapat berjalan pelan dan benar-benar menikmati perjalanan tanpa terganggu kemacetan?

Emang masih ada jalanan seperti itu di Jakarta?  Kalau di pinggiran Jakarta misalnya urban city kayak Tanggerang, Cikarang sih mungkin masih ada! Mungkin anda anda mengenyitkan dahi, berpikir atau membayangkan dimanakah tempat seperti ini dijakarta? Sayapun ragu anda dapat menyebutkan tempat itu.  Kalau anda di Jakarta selama liburan Lebaran, maka banyaklah jalanan di  Jakarata yang lengang dan sepi sehingga kita pasti bisa menikmati perjalanan. Kalau itu semua orang Jakarta juga dah tau. Pertanyaanku pada situasi biasa sehari-hari.

Friday, July 30, 2010

Jakarta oh Jakarta ( Part 2 )

Sore ini balik dari kantor melalui jalan Sudirman, tumben neh dari depan Sarinah jam segini macet banget khan masih 3 in one, biasanya juga jalan ini lancar banget sehingga masih dapat menikmati kesibukan para pekerja kantoran Sudirman di sepanjang trotoar jalan. Saya menduga mungkin ada demo di depan Bundaran HI.

Ditengah kamacetan dan padatnya kendaraan dan motor yang sradak sruduk mencari celah di antara mobil ada pengendara motor yang mengambil jalan di trotoar untuk di lewati. Disepanjang troatar sore begini begitu banyak Karyawan yang berjalan dari yang berjalan bergerombol, sendiri maupun berdua sambil bergandengan tangan. Nah tiba-tiba di depan Plaza Permata sebuah motor menyenggol sepasang muda mudi yang sedang berjalan santai di trotoar. Sang pria yang disenggol langsung mengamuk dan membentak “Sialan loe, tau ngga, ini Trotoar buat pejalan kaki, loe buta yah, dasar ngga tau jalan” sambil membentak dia mengguncangkan motor yang ada disampingnya sementara sang cewek hanya bisa memegang lengan cowoknya. Pengendara motor juga mulai tersulut amarahnya, dia menghentikan motornya, mengeluarkan helm dan berdiri di samping motor tanpa bersuara tetapi dari gesture waspada. Sang cowok pejalan kaki masih marah dan begitu tidak terkendali kemarahannya sehingga dengan nada yang tinggi masih berteriak “loe tau ini trotoar masih juga maksa jalan tanpa memperhatikan pejalan kaki, loe mau dipukul huh!!!, atau mau mukul hayo”, sambil mendekati pengendara motor dan tangan tetap mengguncang motor. Cewek yang membonceng motor mulai kelihatan ketakutan sedangkan sang cewek pejalan kaki juga mulai minta temannya supaya tidak memperpanjang masalah dan ngga usah marah, namun karena saking marahnya dia tetap mendekat dan berusaha memukul pengendara motor dan pengendara motor juga akhirnya mulai emosi dan mulai meladeni untuk berantem. Orang-orang disekitarnya mulai bergabung dan melerai mereka dan berusaha menahan keduanya supaya tidak berantem. Cowok pejalan kaki tetap dengan kemarahannya dan tetap mencoba melewati beberapa orang yang menahannya dan loncat sambil berteriak “loe mau berantem hayo, mau mukul gue hayo”. Tiba-tiba kondektur kopaja dijalanan mulai berteriak “hayo pukul saja, berantem saja jadi ramai”.

Wednesday, March 25, 2009

PERILAKU YANG PALING SAYA BENCI DI JALANAN JAKARTA

Pertama, Orang membuang puntung rokok keluar dari mobil/sepeda motor saat mobil tersebut masih berjalan. Saya membayangkan puntung rokok tersebut jatuh dan mengenai sesorang di luar atau saat dibuang mengenai mobil yang mengangkut bensin atau solar atau bahan yang mudah terbakar, tentu akan terjadi kebakaran. Heh saya seringkali melihat hal ini di jalan dan coba lihat yang membuang puntung rokok tersebut nyante banget yah, dia ngga pernah mungkin memikirkan akibatnya. Saya tidak memperdulikan akibat ke perokoknya karena masing-masing toh sudah paham dengan akibat jangka panjangnya namun konsen saya lebih ke dampak kepada lingkungan sekitar resiko kebakaran dari perilaku ini sangat besar apalagi Jakarta panas banget bisa saja percikan kecil dapat membuat kebakaran.

Kedua, Merokok sambil bawa sepeda motor, wah perilaku ini tuh bikin jalanan banyak kecelakaan. Perhatikan jalanan Jakarta selalu rame, hal ini sangat beresiko banget. Saat ada kendaraan lain menyalib etnah dari belakang samping atau ada kendaraan yang melacu cepat akan mempengaruhi pengendara lain dan saat pengendara mengendarai sambil merokok maka lebih susah menjaga keseimbangannya. Bayangkan kalau dia jatuh, rokoknya jatuh dekat motor saat ada bensin merembes kemungkinan terjadi kebakaran besar, bisa saja terjadi kekacauan lebih besar entah membuat jalanan macet sampai tabrakan lain. Saat mengendarai mobil sama saja sih hanya mungkin kalau di mobil keseimbangannya masih tetap terjaga.

Ketiga, Melanggar lampu lalu lintas. Pernah melakukannya, hmmm even saya pernah melakukannya, alasannya sih klise buru-buru. Saat ini saya berusaha mematuhi lampu lalu lintas meskipun akan lebih lama perjalanannya. Kecendrungannya saat mengendarai motor akan selalu mendahului lampu lalu lintas, belum hijau sudah jalan dan lihatlah banyak banget yang melakukannya. Pernah juga menyaksikan tabarakan di depan mata kamu karena melanggar lampu lalu lintas? Sudah beberapa kejadian tersebut saya saksikan selama di Jakarta dan wow sangat mengerikan akhirnya. Hal ini mungkin yang membuat saya jadi lebih berhati-hati di perempatan di jalanan Jakarta.

Keempat, Membuang sampah di jalanan, wah ini memang kebiasaan yang susah dihilangkan, beberapa alasan mungkin karena memang kesadaran kita mengenai kebersihan dan dampak dari perilaku ini kurang dalam jadi yah seenaknya saja membuang sampah dimana saja. Mungkin juga karena mencari tempat sampah di pingiran jalanan di Jakarta cukup susah yah, saya beberapa kali mengalami hal ini, kalau yang rada kecil dapat sih di bawa sampai menemukan tempat sampah. Bagaimana kalau yang agak besar sampahnya, lihatlah pot tanaman di seputaran jalan heh isinya yah banyakan sampahnya.

Ada yang mau menambahkan list ini ? atau adakan cara yang efektif dan praktis untuk mengurangi kebiasaan ini ?