Showing posts with label Kerendahan Hati. Show all posts
Showing posts with label Kerendahan Hati. Show all posts

Monday, May 21, 2012

Bersyukur Dalam Keheningan



Suatu ketika jam tangan seorang pemuda jatuh ditengah tumpukan jerami yang banyak. Dia tidak yakin dimana jatuhnya arloji tersebut. Pemuda tersebut bingung bagaimana  mencari dan mulai dari mana mencarinya sementara tumpukan jerami itu tinggi dan cukup luas. Dia mulai mencari namun beberapa waktu kemudian dia belum juga menemukan arloji tersebut.
Selang beberapa waktu ditengah kebingungan, Pemuda tersebut duduk termenung di atas jerami dan ditengah keheningan dan ketenangan yang ada disekitar, dia mendengar bunyi detak yang menyerupai bunyi detak jarum detik dari sebuah arloji. Pemuda tersebut kemudian mencoba untuk konsentrasi dan berdiam mencoba mencari dari manakah sumber bunyi tersebut. Semakin lama dia mulai bisa mendengar dengan jelas dari mana sumber bunyi itu. Setelah yakin sumber bunyi itu kemudian dia membuka tumpukan jerami. Ketika dia membuka tumpukan ternyata benar arlojinya ada diantara tumpukan itu.
 
Rekan-rekan, kadang-kadang kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita sehingga lupa dengan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Kita terbuai dengan kebisingan dunia kita dan ketika kita mengalami kesulitan, jalan keluar yang kita cari adalah bereaksi secara sporadis dengan cara kita sendiri yang menurut kita benar. Pada akhirnya kita kebingungan karena kita tidak menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.
So, ambil waktu sebentar untuk hening, mencoba merenungkan anugerah apa yang sudah kita terima hari ini. Seperti juga jam ditumpukan jerami dengan mencoba hening untuk menemukan kedekatan dengan Tuhan dan dengan mencoba menghilangkan kebisingan disekitar kita, maka kita akan menemukan dan menyadari betapa besar anugerah Tuhan kepada kita. 

Mari kita tetap bersyukur untuk anugerah Tuhan, sekecil apapun yang kita rasakan. (Inspire by kotbah minggu, 20 Mei 2012, Kathedral Bogor)

Wednesday, February 1, 2012

Collaboration


Alkisah disebuah hutan hidup beberapa binatang yang hidup sesuai habitat masing-masing.   Suatu hari seekor rusa berjalan-jalan ditengah hutan. Sedang asyik berjalan-jalan dia melihat seekor kura-kura. Wah lamban sekali gerakan kura-kura ini, batin si Rusa. Rusa muda itu kemudian mendekati kura-kura dan kemudian dengan sombongnya ia berkata "Hei kura-kura, lamban sekali jalanmu, kapan sampai di tempat tujuan kalau kamu berjalan seprti ini, bisa-bisa kamu tidak kebagian makanan karena habis diambil temanmu yang lebih cepat. 
Saya ingin menantang kamu berlomba lari, mau ngga? Kalau kamu kalah saya akan menghukummu dengan membuat badanmu terlentang selama 2 jam namun apabila saya kalah maka saya akan menggendongmu selama 1 hari. Dalam lomba ini kita akan melewati lintasan yang melewati 4 tikungan.
Kura-kura terpaksa menyetujui lomba ini karena Rusa memaksanya. 

Saat balik ke rumah, kura-kura itu berjalan dengan muka muram karena membayangkan betapa sakitnya terlentang selama 2 jam. 5 menit saja menyakitkan apalagi 2 jam. Saat kembali ke rumahnya, seeokr kura-kura lain melihat perubahan raut muka Kura-kura temannya. "Hei teman mengapa mukamu kusut dan sedih begitu? Dengan wajah sedih Kura-kura bercerita tentang tantangan rusa dan kekwatirannya gimana bisa dia menang melawan rusa dalam hal lari. Rusa khan terkenal cepat, gesit.
Teman sang kura-kura berpikir keras mencari ide, bagaimana caranya agar dapat dapat mengimbangi sang rusa. Beberapa waktu kemudian dia menemukan suatu ide. Berdua mereka mengumpulkan beberapa kura-kura lainnya lalu membahas ide dan strategi menghadapi perlombaan lari besok melawan rusa. Masing-masing kura-kura memiliki peran dan tugas sesuai instruksi dari kura-kura yang memiliki ide tadi. 

Keesokan harinya sang rusa sudah menunggu Kura-kura di tempat yang sudah disepakati menjadi tempat start. "Hey kura-kura lamban, sudah siap kamu menerima kekalahan dan terlentang selama 2 jam? Sang kura-kura diam saja dan tidak berkomentar apapun. "Ok kura-kura mari kita mulai berlari. Rusa awalnya berlari pelan-pelan sementara Kura-kura mencoba berlari sekuat tenaga namun tetap saja tidak dapat mengimbangi larinya Rusa. Lama kelamaan Rusa sudah jauh di depan kura-kura. 
Rusa  berlari-lari sambil bersiul-siul. Ketika melewati tikungan pertama dia kaget karena kura-kura sudah 200 meter di depan dia. Rusapun berlari lebih kencang dan tidak lama kemudian dia melewati sang kura-kura dan meninggalkannya jauh dibelakang. Namun sang rusa semakin kaget ketika melwati tikungan kedua sang kura-kura sudah ada di depannya. Rusa semakin kencang larinya dan berhasil melewati kura-kura dan Rusa semakin kencang berlari ketika di tikungan ketiga kura-kura juga sudah di depannya dan ketika menjelang garis finis dia melihat kura-kura sudah ada di garis finis. Ini berarti rusa kalah. Dia tidak habis pikir bagaimana Kura-kura bisa menang. 
Setelah sampai di finis, Rusa bersiap menggendong Kura-kura namun kura-kura menolaknya dan menyampaikan bahwa dia tidak mengharapkan perlakuan semacam itu. Rusa terenyuh mendengar perkataan yang bijak dari kura-kura. Dia insyaf dan kemudian minta maaf kepada kura-kura tersebut atas kesombongannnya. 
Keesokan harinya rusa tetap penasaran bagaimana kura-kura bisa berlari secepat itu. Dia lalu menemui sang kura-kura tersebut dan bertanya tentang rahasia berlari cepat ala kura-kura. Kura-kura lalu memanggil teman-temannya yang lain lalu dia bercerita. Kami ini memang lambat kalau berjalan dan sampai kapanpun kami tidak akan menyaingi rusa dalam lomba lari namun dalam pertandingan kemarin kami membuat strategi dan berkolaborasi. Coba kamu lihat kami yang ada disini, mana yang kamu tantang untuk berlomba lari? Rusa memandang kura-kura tersebut dan dia bingung karena semua kura-kura tersebut sama warnanya. 
Kura-kura lalu melanjutkan "kami berkolaborasi menggunakan hal ini yaitu masing-masing kami bersembunyi di setiap jarak 200 meter. Pas di dekat tikungan kami muncul ke tempat perlombaan begitu seterusnya dan ada yang sudah ada di garis finis sehingga ketika Rusa sudah mendekati garis finis salah satu diantara kami keluar dari tempat persembunyian. Kami melakukan hal ini bukan karena ingin curang tetapi kami ingin agar Rusa menyadari bahwa kita berbeda dan tidak dapat disamakan satu sama lain. Rusa diam dan memahami penjelasan dari kura-kura, lalu dia minta maaf lagi.(adaptasi dari dongeng anak-anak)


Rekan, moral cerita ini adalah kolaborasi dengan anggota tim akan membuat pekerjaan kita mendapatkan hasil yang luar biasa. Masing-masing kita memiliki keterbatasan namun keterbatasan ini dapat menjadi kekuatan apabila kita bekerjasama, berkolaborasi dengan rekan lainnya. 


Kadang- kadang kita terlalu  angkuh dan merasa  paling hebat sehingga rasa-rasanya tidak butuh  orang lain untuk membantu  atau tidak membutuhkan kerjasama  dengan  orang lain dalam  menyelesaikan  pekerjaan.  Hati-hati sikap ini akan  menjerumuskan kita pada suatu kekalahan.  Ingat kita bisa menjadi superman namun akan lebih baik menjadi Superteam. 
Jakarta, Februari 2011

Monday, April 5, 2010

Kerendahan Hati


Pekan Suci dalam perayaan Paskah selalu merupakan rangkaian gambaran kehidupan mengenai cinta yang tulus melalui pengorbanan Yesus sampai kebangkitannya. Saya terinspirasi dengan tema Kamis Putih, tema besar yang ada dalam perayaan ini adalah kerendahan hati dimana Yesus mencuci kaki para muridnya. Hal ini menunjukan kerendahan hati yang begitu tulus dari seorang pemimpin.

Kerendahan hati tidak sama dengan rendah diri, dibalik sikap ini ada cinta yang tulus terhadap sesama, cinta tanpa syarat. Ketulusan untuk melepaskan belenggu egoisme untuk menyamakan diri dengan seorang hamba/pembantu yaitu melakukan sesuatu yang mungkin tidak layak dilakukan oleh seorang pemimpin. Kerendahan hati memberikan gambaran mengenai prinsip kehidupan tentang memberi dan berbagi kepada sesama disekitar kita. Memberi atau berbagi merupakan hal mutlak untuk kesinambungan kehidupan agar selalu tumbuh dan berkembang. Kekuatan memberi merupakan inti kehidupan. Saya mengutip tema ini seperti yang digambarkan dalam cerita yang disampaikan Pater Gabriel dalam perayaan Kamis Putih di Carolus.

Alkisah disebuah gurun pasir hiduplah sebuah pohon yang buahnya dapat dimakan. Pohon itu tumbuh didekat oase di tengah gurun. Banyak orang mengganggap pohon ini diberkati oleh Tuhan, mengapa? Karena sudah bertahun-tahun bahkan mungkin berabad-abad pohon ini tetap tumbuh dan uniknya selalu berbuah sepanjang tahun. Saat para kafilah dan pengembara berjalan melelawati padang gurun dan beristirahat dibawah pohoon ini, mereka selalu makan buah pohonnya dan setelah beristirahat mereka memetik buah pohon tersebut untuk dibawa dalam perjalanan. Uniknya pohon ini tetap berbuah lebat dan subur.

Suatu saat area oase ini dibeli oleh seorang saudagar yang sangat kaya termasuk area pohon ajaib tersebut. Kemudian Saudagar tersebut memagari sekitar oase tersebut sehingga para kafilah dan orang yang melewati tempat itu hanya dapat meneguk air liur melihat ranumnya buah pohon itu namun tidak dapat memetiknya karena dilarang oleh Saudagar tersebut.

Keanehan terjadi, lama kelamaan pohon tersebut tidak banyak menghasilkan buah dan daun mulai berguguran dan akhirnya pohon ajaib itupun mati. Sang saudagar kaget karena pohon tersebut sudah bertahun-tahun hidup dan berbuah lalu mengapa sekarang mati. Ternyata satu saja kuncinya pohon tersebut menganut hukum kehidupan yaitu tanpa memberi & berbagai berarti mati karena hidup tanpa kasih adalah sia-sia.

Happy Easter, Peace be with us, let’s spread love and peace. Just more give than receive.