Sebelum bulan Februari berakhir saya ingin sharing tentang cinta. Bulan Februari identik dengan bulan cinta dengan perayaan Valentine tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang sedunia. Banyak orang khususnya anak muda merayakan hari ini sebagai hari untuk lebih mengungkapkan cintanya kepada orang-orang yang disayanginya.
Beberapa minggu lalu saya bertugas sebagai anggota tata tertib di gereja untuk misa minggu. Tugas Tatib adalah mengatur lalu lintas orang-orang yang hadir di misa ini termasuk mengantar ke tempat duduk. Saat saya sedang menunggu di depan pintu masuk turunlah dari mobil sepasang opa oma yang diantar anaknya untuk misa. Sang anak meminta saya agar mencarikan tempat duduk yang kosong untuk mereka. Opa Oma ini sudah tua sekitar 70-an, Si Oma sudah menggunakan tongkat saat berjalan dan opa berjalan dengan badan yang sudah bungkuk.
Saat saya mengantarkan mereka ke tempat yang kosong ternyata hanya ada satu kursi yang kosong. Saya agak bingung siapa yang didahulukan duduk. Dengan penuh kelembutan si Oma meminta Opa untuk duduk duluan di tempat itu. "Papi saja yang duduk yah, nanti mami mencari kursi yang lain". Sang opa pun dengan lembut "Mami saja yang duduk sya yang akan cari tempat lain". Namun dengan kelembutan Oma tetap mempersilakan Opa duduk. Disitu saya terenyuh wah kedua opa oma ini masih menyisahkan cinta yang dalam satu sama lain bahkan tanpa perduli bahwa oma sudah menggunakan bantuan tongkat dia tetap mempersilakan dan mendahulukan suaminya untuk duduk namun Opapun dengan kelembutannya tetap meminta oma duduk.
Inilah gambaran cinta yang tulus diantara hubungan oma opa, tidak ada yang egois, berusaha mendahulukan pasangannya. Contoh yang kecil namun menyentuh saya. Pada akhirnya salah seorang umat yang melihat hal ini dan terenyuh juga akhirnya berdiri dan mempersilakan oma oma duduk berdampingan.
Thank you yah opa n oma menunjukan rasa cinta yang tulus kepada kami yang masih muda ini.
Sentul City, Februari 2015
Showing posts with label Bersyukur. Show all posts
Showing posts with label Bersyukur. Show all posts
Friday, February 27, 2015
Sebelum bulan Februari berakhir saya ingin sharing tentang cinta. Bulan Februari identik dengan bulan cinta dengan perayaan Valentine tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang sedunia. Banyak orang khususnya anak muda merayakan hari ini sebagai hari untuk lebih mengungkapkan cintanya kepada orang-orang yang disayanginya.
Beberapa minggu lalu saya bertugas sebagai anggota tata tertib di gereja untuk misa minggu. Tugas Tatib adalah mengatur lalu lintas orang-orang yang hadir di misa ini termasuk mengantar ke tempat duduk. Saat saya sedang menunggu di depan pintu masuk turunlah dari mobil sepasang opa oma yang diantar anaknya untuk misa. Sang anak meminta saya agar mencarikan tempat duduk yang kosong untuk mereka. Opa Oma ini sudah tua sekitar 70-an, Si Oma sudah menggunakan tongkat saat berjalan dan opa berjalan dengan badan yang sudah bungkuk.
Saat saya mengantarkan mereka ke tempat yang kosong ternyata hanya ada satu kursi yang kosong. Saya agak bingung siapa yang didahulukan duduk. Dengan penuh kelembutan si Oma meminta Opa untuk duduk duluan di tempat itu. "Papi saja yang duduk yah, nanti mami mencari kursi yang lain". Sang opa pun dengan lembut "Mami saja yang duduk sya yang akan cari tempat lain". Namun dengan kelembutan Oma tetap mempersilakan Opa duduk. Disitu saya terenyuh wah kedua opa oma ini masih menyisahkan cinta yang dalam satu sama lain bahkan tanpa perduli bahwa oma sudah menggunakan bantuan tongkat dia tetap mempersilakan dan mendahulukan suaminya untuk duduk namun Opapun dengan kelembutannya tetap meminta oma duduk.
Inilah gambaran cinta yang tulus diantara hubungan oma opa, tidak ada yang egois, berusaha mendahulukan pasangannya. Contoh yang kecil namun menyentuh saya. Pada akhirnya salah seorang umat yang melihat hal ini dan terenyuh juga akhirnya berdiri dan mempersilakan oma oma duduk berdampingan.
Thank you yah opa n oma menunjukan rasa cinta yang tulus kepada kami yang masih muda ini.
Sentul City, Februari 2015
Monday, May 21, 2012
Bersyukur Dalam Keheningan
Suatu ketika jam tangan seorang pemuda jatuh ditengah tumpukan jerami yang banyak. Dia tidak yakin dimana jatuhnya arloji tersebut. Pemuda tersebut bingung bagaimana mencari dan mulai dari mana mencarinya sementara tumpukan jerami itu tinggi dan cukup luas. Dia mulai mencari namun beberapa waktu kemudian dia belum juga menemukan arloji tersebut.
Selang beberapa waktu ditengah kebingungan, Pemuda tersebut duduk termenung di atas jerami dan ditengah keheningan dan ketenangan yang ada disekitar, dia mendengar bunyi detak yang menyerupai bunyi detak jarum detik dari sebuah arloji. Pemuda tersebut kemudian mencoba untuk konsentrasi dan berdiam mencoba mencari dari manakah sumber bunyi tersebut. Semakin lama dia mulai bisa mendengar dengan jelas dari mana sumber bunyi itu. Setelah yakin sumber bunyi itu kemudian dia membuka tumpukan jerami. Ketika dia membuka tumpukan ternyata benar arlojinya ada diantara tumpukan itu.
Rekan-rekan, kadang-kadang kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita sehingga lupa dengan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Kita terbuai dengan kebisingan dunia kita dan ketika kita mengalami kesulitan, jalan keluar yang kita cari adalah bereaksi secara sporadis dengan cara kita sendiri yang menurut kita benar. Pada akhirnya kita kebingungan karena kita tidak menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.
So, ambil waktu sebentar untuk hening, mencoba merenungkan anugerah apa yang sudah kita terima hari ini. Seperti juga jam ditumpukan jerami dengan mencoba hening untuk menemukan kedekatan dengan Tuhan dan dengan mencoba menghilangkan kebisingan disekitar kita, maka kita akan menemukan dan menyadari betapa besar anugerah Tuhan kepada kita.
Mari kita tetap bersyukur untuk anugerah Tuhan, sekecil apapun yang kita rasakan. (Inspire by kotbah minggu, 20 Mei 2012, Kathedral Bogor)
Tuesday, January 3, 2012
Inspirasi Awal Tahun dari Mas Pepeng “Jari jari”
Menjelang akhir tahun 2011 lalu saya tidak sengaja memutar
channel tv ke Metro TV dan ternyata sedang ada program Stand Up Comedy Spesial
akhir tahun. Dari sekian banyak comedian yang ditampilkan saya terkesan dengan
Pepeng yang dulu terkenal dengan kuisnya
disalah satu TV swasta yang meroketkan kata “Jaree jareee”.
Penampilan fisiknya sekarang begitu berbeda. Hadir dengan
kursi roda tetapi tepatnya tempat tidur mobile. Wajahnya terlihat masih segar
untuk ukuran orang yang menderita sakit yang menyebabkan dia lumpuh dan harus
selalu ada di kursi roda tersebut.
Bukan joke yang dilontarkan yang membuat saya tereksan,
meskipun diakui apa yang disampaikan lucu dan mengelitik. Saya terkesan dengan
semangat hidupnya yang tergambar jelas di wajahnya. Semangatnya dalam
menyampaikan joke dan bagaimana dia memandang sakit dan penyakit yang
dideritanya. Sakitnya bukan menjadi
penghalang untuk tetap memberikan joke-joke segar. Dia memandang sisi positif dan lucu dari apa yang dialami.
Semangatnya untuk hadir dan tampil di depan umum dan disaksikan berjuta-juta
orang. Saya terkesan karena yang ditampilkannya bukanlah cerita mengharu
biru mengenai kondisi sakitnya namun dia melontarkan humor segar yang membuat
orang yang menontonnya senyum bahkan tertawa.
Wow…. Inilah yang membuat saya terkesima dengan mas Pepeng.
Sakit bukan penghalang untuk menghibur orang lain namun melihat sisi lain dari
hal tersebut. Dia mampu mengubah cara pandangnya terhadap sakitnya. Melihat
sisi positif dan lucu dari apa yang dialaminya.
Betapa kita yang masih segar bugar ini saja sering kali
mengeluh karena kecapeaan, banyaknya pekerjaan, keuangan menipis. Mas Pepeng yang
berjuang melawan sakitnya bukan dengan mengasihi dirinya sendiri tetapi tetap
memberikan berkat kepada orang lain melalui guyonan dan humor yang segar
tetnang dirinya.
Terima kasih mas Pepeng sudah memberikan saya inspirasi
untuk bersemangant menjalani tahun baru 2012 dan selalu bersyukur untuk semua
yang ada dalam diri dan semua yang ada disekitarku. Inspirasi dari caramu memandang apa yang
dialami dan untuk selalu positif dan semangat menjalani apa yang menimpamu. Teruskan
berkarya dan member inspirasi untuk indonesia
Saya masih ingat satu humornya “Saya ingin meluruskan sesuatu, kata orang saya Sabar, sekarang saya
mau klairifikasi lagi. Saya itu bukan orang sabar tetapi saya orang Madura,
asli Madura”. Ha ha ha
Januari 2012
Wednesday, December 28, 2011
Good bye 2011, Welcome 2012
Akhir tahun 2011,
Pertanyaan yang biasa kita ajukan akhir tahun “apa
pencapaianku tahun ini? Apakah target tahun ini sudah tercapai? Perubahan apa
yang terjadi dalam kehidupanku tahun ini yang berbeda dari tahun sebelumnya? Bagaimana perkembangan
kehidupan pribadi dan pekerjaan tahun ini? Lalu apa rencana tahun depan? Target
apa yang akan dicapai?
Mungkin lebih banyak lagi pertanyaan lain yang akan muncul
dalam benak anda. Saya sendiri mengalami 2 tahun terakhir ini begitu luar biasa
pencapaianku. Kehidupan pribadi berubah dan tumbuh sejalan dengan usia
perkawinan ditambah dengan kehadiran malaikat kecil yang selalu menemani
hari-hariku saat ini. Dari sisi pekerjaan juga begitu, banyak hal yang sudah
tercapai dan berkembang baik. Banyak kesempatan terbuka, banyak peluang yang ditawarkan.
Tahun lalu saya menuliskan beberapa target yang akan dicapai
tahun ini dan kalau saya lihat lagi, rada susah mencapainya tetapi yang terjadi
luar biasa. Hampir semua yang saya tulis sebagai target tercapai.
Wow saya juga terkesima sendiri, saya tidak membayangkan akan
menghasilkan perubahan yang dahsyat seperti ini.
Saya jadi ingat beberapa tulisan motivasi yang selalu
mendorong, jika kamu memiliki keinginan dan target, maka tulislah targetmu dan lakukan afirmasi
terhadap target tersebut lalu lakukan
yang terbaik dan lihatlah hasilnya akan
sangat dashyat. Saya tidak dapat menceritakan satu persatu mengenai
pencapaianku namun yang menjadi konsen saya adalah “mari kita buat resolusi tahun 2012 dalam bentuk target tertulis, baik
dari sisi pribadi maupun pekerjaan, social lalu tetap lakukan yang terbaik
dalam usaha mencapainya..
Saya selalu memegang kata-kata bunda Theresa “Lakukan
yang terbaik dan jika itu tidak cukup tetap lakukan yang terbaik”. Selamat
tahun baru 2012, bersiap memberikan yang terbaik menyambut tantangan baru,
kesempatan baru.
Jakarta, Desember 2011
Tuesday, August 24, 2010
Upgrade your Life
Apa artinya 3 bulan buat anda? 92 hari, 2208 jam hmm panjang nih ceritanya kalau ditambah menit dan detik. Dalam hitungan kehamilan 3 bulan pertama atau trimester pertama adalah waktu yang sangat riskan sehingga kehamilan perlu dijaga dengan baik. Dalam hitungan tahun masehi 3 bulan pertama dalam tahun adalah awal tahun dimana banyak orang menggunakan kesempatan 3 bulan pertama untuk merencanakan apa yang menjadi target untuk dicapai, mulai mengatur jadwal, membuat action plan dan kalau kita memasuki sebuah organisasi perusahaan baru untuk bekerja maka beberapa perusahaan menentukan 3 bulan masa probation. Masa probation ini menentukan banget untuk mempertimbangkan kelanjutan karir di perusahaan tersebut.
Buat saya 3 bulan adalah waktu untuk menata, mengatur kembali hidupku dan menata kembali penyimpnan file-file hidup yang masih kurang beraturan. Ibarat hidupku adalah sebuah komputer maka file- file adalah pengalaman yang kita hadapi, pengalaman yang dialami setiap hari tersimpan otomatis dalam memori hidup kita, baik kita sadari ataupun tidak kita sadari. Desktop adalah apa yang kita perlihatkan sehari-hari, penampilan kita setiap hari secara fisik maupun non fisik dari perilaku yang kita perlihatkan dan folder adalah kumpulan pengalaman yang kita satukan dalam suatu pengalaman yang mungkin mirip. Penyimpanan pengalaman ku selama ini masih kurang beraturan, ada yang disimpan di Disk C, D dan F dan tersimpan di desktop, sehingga desktop hidupku jadi tidak kelihatan bagus meskipun wallpaper-nya bagus tetapi kurang terlihat kehalang file yang tersimpan di sana.
Sunday, July 4, 2010
BERSYUKUR DARI HAL YANG KECIL

Hari ini Ramai sekali di rumah dari pagi sampai malam rumah tidak ada sepi-sepinya karena banyak saudara yang berkunjung. Perasaan kami begitu senang dikunjungi saudara-saudara seperti ini. Kebetulan saat ini mertua saya baru datang dari Manggarai. Pada saat makan malam, masih ada saudara sekeluarga bersama-sama makan malam. Saya sudah mengambil makan malam dan langsung berdoa sendiri dengan gerakan tanda salib kemudian langsung makan. Baru 2 suap saya makan tiba-tiba salah satu anak dari Saudara kami yang berumur 8 tahun berteriak, “ kita belum melakukan doa bersama sebelum makan”. Tangan saya langsung berhenti menyendok makanan dan mata langsung tertuju pada anak itu. Akhirnya kamipun sepakat doa bersama dan kami mengusulkan anak itu yang memimpin doa “Anggelo yang mimpin doa yah”. Anggelo dengan percaya diri langsung memimpin doa makan dan dengan lirih dia mulai berdoa “Ya Tuhan, terima kasih, berkatilah makanan ini agar berguna untuk kami, Amin”. Antara kaget, takjub, dan heran kami memandang anak tersebut dan saya langsung mengucapkan terima kasih atas doa spontan yang di sampaikannya karena kami berpikir dia berdoa Bapa Kami atau salam maria eh ternyata doa spontan yang sangat original khas anak kecil yang polos.
Saya malu sendiri sebagai tuan rumah tidak member contoh yang baik kepada suadara yang datang. Saya disadarkan oleh seorang anak kecil yang polos dan lebih memahami arti bersyukur dibandingkan dengan saya yang diberi kelimpahan hari ini. Dikunjungi oleh mertua yang datang dari jauh, berkumpulnya saudara-saudara di rumah dan makanan yang berlimpah, kesehatan yang prima untuk keluarga. Hari ini saya diingatkan oleh Tuhan melalui Anggelo untuk selalu bersyukur mulai dari hal kecil yang sudah setiap hari kita temui dan akan terus kita terima. Kebiasaan yang karena sudah terbiasa akhirnya lupa bahwa hal tersebut perlu di syukuri karena semuanya merupakan anugerah indah dari Tuhan.
Terima kasih Anggelo untuk hari ini, kesadaranmu mengenai arti rasa syukur dalam kebersamaan keluarga sudah mengingatkan saya untuk selalu mensyukuri apa yang diterima dan dialami.
Jakarta, 05 Juli 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)



