Menurut kamu apa itu baik hati? Pertanyaan itu mengagetkanku saat Pak Paul sebagai pemimpin kebaktian hari ini menanyakan hal tersebut kepada saya? Saya tergagap menjawabnya karena tidak mengira pertanyaan itu ditujukan ke saya. Diruangan yang kecil dan di hadiri 12 orang ini saya menjawab “Baik hati itu adalah cinta tanpa syarat, memberi tanpa syarat apapaun, saya memberi bukan "karena" tetapi saya memberi meskipun? ok kalau begitu mengapa kamu berbuat baik di mata Tuhan? “Supaya masuk surga Pak” saya langsung menimpali. Kalau begitu itu bukan berbuat baik yang tulus karena masih ada syaratnya, kamu tidak mempedulikan perbuatan baik tetapi yang kamu pedulikan adalah masuk surga , jadi perbuatan baikmu masih ada syaratnya. Saya langsung kaget dengan pernyataan tersebut.
Pak Paul kemudian melanjutkan “baik di mata Tuhan karena kita mencintai Tuhan sepenuhnya”. Lalu baik terhadap orang lain atau sesama? Pasti banyak banget syaratnya yah, misalnya karena ingin dihargai orang lain, ingin dibalas dengan cara yang sama. Kalau kamu berbuat baik terhadap musuhmu apalagi berkorban untuk musuhmu itu adalah kebaikan yang sebenarnya. Aha benar juga pak Paul. Beginilah kalau doktor psikologi menjadi pewarta, mencampurkan logika dengan iman dengan penjelasan yang masuk akal. Saya masih penasaran juga, gimana prakteknya pak? Susah banget lho memaafkan orang yang menyakiti kita apalagi berkorban terhadapnya wah secara manusiawi itu berat. Pak Paul kemudian melanjutkan penjelasannya dimana intinya mengampuni, memaafkan seseorang yang sudah menyakiti kita sangatlah berat tetapi justru itulah tantangannya. Teladan Yesus yang disalibkan tetap memberikan ampunan kepada orang yang sudah menyalibkan-Nya dengan perkataan “Ya Bapa Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, wow cinta yang penuh dan iklas.
Pak Paul kemudian melanjutkan “baik di mata Tuhan karena kita mencintai Tuhan sepenuhnya”. Lalu baik terhadap orang lain atau sesama? Pasti banyak banget syaratnya yah, misalnya karena ingin dihargai orang lain, ingin dibalas dengan cara yang sama. Kalau kamu berbuat baik terhadap musuhmu apalagi berkorban untuk musuhmu itu adalah kebaikan yang sebenarnya. Aha benar juga pak Paul. Beginilah kalau doktor psikologi menjadi pewarta, mencampurkan logika dengan iman dengan penjelasan yang masuk akal. Saya masih penasaran juga, gimana prakteknya pak? Susah banget lho memaafkan orang yang menyakiti kita apalagi berkorban terhadapnya wah secara manusiawi itu berat. Pak Paul kemudian melanjutkan penjelasannya dimana intinya mengampuni, memaafkan seseorang yang sudah menyakiti kita sangatlah berat tetapi justru itulah tantangannya. Teladan Yesus yang disalibkan tetap memberikan ampunan kepada orang yang sudah menyalibkan-Nya dengan perkataan “Ya Bapa Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, wow cinta yang penuh dan iklas.




