Monday, April 5, 2010

Kerendahan Hati


Pekan Suci dalam perayaan Paskah selalu merupakan rangkaian gambaran kehidupan mengenai cinta yang tulus melalui pengorbanan Yesus sampai kebangkitannya. Saya terinspirasi dengan tema Kamis Putih, tema besar yang ada dalam perayaan ini adalah kerendahan hati dimana Yesus mencuci kaki para muridnya. Hal ini menunjukan kerendahan hati yang begitu tulus dari seorang pemimpin.

Kerendahan hati tidak sama dengan rendah diri, dibalik sikap ini ada cinta yang tulus terhadap sesama, cinta tanpa syarat. Ketulusan untuk melepaskan belenggu egoisme untuk menyamakan diri dengan seorang hamba/pembantu yaitu melakukan sesuatu yang mungkin tidak layak dilakukan oleh seorang pemimpin. Kerendahan hati memberikan gambaran mengenai prinsip kehidupan tentang memberi dan berbagi kepada sesama disekitar kita. Memberi atau berbagi merupakan hal mutlak untuk kesinambungan kehidupan agar selalu tumbuh dan berkembang. Kekuatan memberi merupakan inti kehidupan. Saya mengutip tema ini seperti yang digambarkan dalam cerita yang disampaikan Pater Gabriel dalam perayaan Kamis Putih di Carolus.

Alkisah disebuah gurun pasir hiduplah sebuah pohon yang buahnya dapat dimakan. Pohon itu tumbuh didekat oase di tengah gurun. Banyak orang mengganggap pohon ini diberkati oleh Tuhan, mengapa? Karena sudah bertahun-tahun bahkan mungkin berabad-abad pohon ini tetap tumbuh dan uniknya selalu berbuah sepanjang tahun. Saat para kafilah dan pengembara berjalan melelawati padang gurun dan beristirahat dibawah pohoon ini, mereka selalu makan buah pohonnya dan setelah beristirahat mereka memetik buah pohon tersebut untuk dibawa dalam perjalanan. Uniknya pohon ini tetap berbuah lebat dan subur.

Suatu saat area oase ini dibeli oleh seorang saudagar yang sangat kaya termasuk area pohon ajaib tersebut. Kemudian Saudagar tersebut memagari sekitar oase tersebut sehingga para kafilah dan orang yang melewati tempat itu hanya dapat meneguk air liur melihat ranumnya buah pohon itu namun tidak dapat memetiknya karena dilarang oleh Saudagar tersebut.

Keanehan terjadi, lama kelamaan pohon tersebut tidak banyak menghasilkan buah dan daun mulai berguguran dan akhirnya pohon ajaib itupun mati. Sang saudagar kaget karena pohon tersebut sudah bertahun-tahun hidup dan berbuah lalu mengapa sekarang mati. Ternyata satu saja kuncinya pohon tersebut menganut hukum kehidupan yaitu tanpa memberi & berbagai berarti mati karena hidup tanpa kasih adalah sia-sia.

Happy Easter, Peace be with us, let’s spread love and peace. Just more give than receive.