Thursday, May 20, 2010

Blessing in my life (Continues)


Sdr. Stan, kami persilakan masuk ke ruangan tunggu operasi, saya pun masuk ruangan tersebut dan langsung disambut oleh tangisan seorang malaikat mungil di dalam ruangan kaca. Dokter langsung datang mengucapkan selamat, inilah putri anda yang lahir Senin, 10 Mei 2010 pada pukul 13.54 WIB dengan berat 2,74, panjang 47 cm, jenis kelamin wanita. Mataku langsung teralihkan oleh pandangan seorang bayi mungil yang sedang menangis, kata-kata dokter selanjutnya tidak saya dengarkan lagi karena terpana oleh pandangan ke bayi mungil. Hmm tangisannya melengking memecah kesunyian di ruangan tersebut. Rasa capai karena tidak tidur sejak jam 12 malam sebelumnya langsung hilang dan digantikan oleh rasa suka cita yang tidak dapat aku lukiskan. Oh inilah yang kami tunggu selama 9 bulan terkahir ini, rasanya ingin keraih dia dan kupeluk untuk meredakan tangisannya tetapi tentu saja tidak diperbolehkan oleh dokter dan perawatnya.

Mataku tidak teralihkan dari malaikat kecil yang menangis ini, kupandang dia, wow rambutnya hitam legam, wajahnya, mata bulatnya, tubuhnya, tangannya, kakinya dan Puji Tuhan, anakku terlahir dengan selamat, tanpa cacat. Tangan mungilnya, kaki mungilnya begitu menggemaskan. Dalam hati aku mengucapkan ”Selamat datang malaikat kecilku”. Tuhan begitu baik memberikan berkat yang luar biasa ini kepadaku, proses panjang selama sembilan bulan sudah kami lalui dan lihatlah anugerah indah didepanku begitu sempurna Karya-Mu Tuhan.

Janganlah Gentar Hatimu


Damai sejahterah kutinggalkan bagimu, Damai sejahterah-Ku Kuberikan kepadamu, janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa aku telah berkata kepadamu : Aku pergi tetapi aku datang kembali kepadamu.

Saat misa sore ini ayat inilah yang menguatkan aku untuk memutuskan sesuatu yang menjadi pikiran dan masalahku saat ini yaitu memutuskan untuk mengambil kesempatan berkarir di luar tempat kerjaku sekarang ini.

Disaat aku bingung memutuskan apa yang akan diambil, ayat inilah yang tepat mendorongku untuk mengambil keputusan ini. “Janganlah gelisah dan gentar hatimu”, kekuatan ini yang membuat aku memutuskan masalah ini. Saya menyerahkan semua keputusan ini kepada penyelenggaraan Tuhan Yesus karena saya yakin Tuhanku lah yang menunjukan arah kepadaku disaat aku gelisah, tidak tenang menghadapi situasi ini karena buat aku situasinya cukup tough. Saat ini istriku sedang hamil dan menunggu saat kelahirannya dibulan ini dan kalau saya melepaskan posisiku saat ini berarti aku melepaskan fasilitas yang sudah ada khususnya menjamin kesehatan anakku. Namun dilain pihak kesempatan untuk mnegembangkan karir dengan posisi yang lebih tinggi terbuka lebar namun situasinya di perusahaan baru tentu harus memulai lagi dari awal tanpa fasilitas yang sama dengan sekarang.

Keluar dari zona kenyamanan yang sudah 5 tahun ini aku alami dengan lingkungan yang akrab, teman-teman yang sudah aku kenal, pekerjaan yang sudah dapat direncanakan dan sudah terjadwal menjadi keputusan yang cukup berat. Memulai lagi menjadi ketakutan tersendiri bagiku. Bagaimana lingkungan kerja di tempat baru? Dapatkah saya menguasai pekerjaannya dan melakukan pekerjaa disana dengan biak? Bagaimana rekan-rekan kerjanya, apakah mereka dapat menerima aku dengan baik?. Apakah perusahaan ini dapat menjamin kehidupanku dimasa depan? Bagaimana kalau keluargaku mengalami sakit dan sebagai Karyawan baru saya belum mendapatkan fasilitas separti yang saya dapatkan sekarang ini.

Selama seminggu sebelum saya merencanakan untuk berbicara dengan dengan atasanku, saya mengalami gejolak yang besar antara mengajukan atau tidak dan hari ini disaat satu hari sebelum itu aku mendapatkan satu arahan dari Sabda Tuhanku Yesus supaya saya tidak usah takut dan gentar. Selama 2 minggu terakhir ini saya menmbaca buku yang relevan dengan situasiku dan hal ini bukan karena saya sengaja memilih buku tersebut namun secara tidak terencana saya mengambil satu buku dari rak buku yang belum pernah saya baca yaitu ”The Power of Fear” yang berisi bagaimana mengubah rasa takut menjadi sesuatu yang positif melalui usaha untuk keluar dari Confort zone. Salah satu buku juga yang sempat saya baca di perpustakaan kantor tentang bagaimana mengubah diri dengan berani keluar dari zona kenyamanan. Hari inipun saya tidak membaca ayat ini sebelumnya dan ternyata begitu pas.

Tuhan jikalau ini adalah cara-Mu untuk menunjukan kuasa-Mu kepadaku maka beranikan aku untuk mengambil tindakan nyata dan berusaha bekerja sebaik-baiknya ditempat baru, Amin.