Tuesday, March 31, 2009

Tips Menjalin Hubungan Baik Dengan Orang Lain

Inilah 10 prinsip yang oleh Dale Carnegie dalam bukunya “How to Influence People” sangat penting untuk dapat efektif menjalin hubungan dengan orang lain baik yang baru kita kenal maupun dengan yang sudah lama kita kenal. Yuk satu persatu kita coba perdalam.
1. Hindari SOK
Pernah berada pada posisi sebagai pihak yang dikeluhkan, diomelin dan disalahkan oang lain? Rasanya ngga enak banget yah. Sekarang coba merasakan hal ini saat kita menyalahkan orang lain, mengomel atau saat mengeluh karena beratnya pekerjaan atau banyaknya pekerjaan yang dikerjakan. Hmm sabar dulu bos, seperti prinsip yang pertama menyalahkan, mengomel dan mengeluh tidak menyelesaikan masalah karena tidak akan mengurangi beban yang kita rasakan. Coba berdamai dengan situasi tersebut dengan melihat dari sisi yang lain, yah lebih asertif menghadapi situasi yang ada. Lebih sabar menghadapi orang yang menyebalkan dan cobalah berbicara dengan baik kepada orang yang ngga paham-paham dengan apa yang kita instruksikan atau kalau menghadapi atasan cobalah diskusi mengenai pekerjaan yang ada. Supaya tips ini mudah diingat saya lambangkan dengan sebuah poster yang di tempelkan didinding dengan tulisan SOK.

2. Berilah pujian kepada orang lain
Memuji kelebihan dan pendapat orang lain mendatangkan sesuatu yang positif bagi kita. Pujian menunjukan kita menghargai orang lain dan mengakui prestasinya walaupun pengaruhnya kecil setidaknya usaha dari orang tersebut kita perhatikan. Siapa sih yang ngga suka di puji? Semua orang merasa senang kalau dipuji dan ini bukan monopoli wanita lho, hmmm apalagi yang memuji seorang yang penting buat kita pasti rasanya senang karena diperhatikan, so cobalah melakukan hal yang sama terhadap orang lain disekitar kita dari orang-orang yang paling dekat dengan kita di rumah maupun kepada rekan kerja kita di kantor. Contoh saat memasuki ruang kantor melihat rekan yang rapi langsung memuji penampilannya atau baru potong rambut memuji penampilan rambutnya yang baru atau hal kecil lainnya yang mungkin secara tidak sadar akan membuat orang lain gembira. Jangan berpikir kita obral pujian toh kita memuji ada dasarnya bukan asal-asalan. Saya membuat lambang untuk tips ini yaitu bunga mawar. Biasanya bunga mawar menandakan perhatian kita terhadap orang lain dan coba lihat bunga mawar laku banget tuh di jual di toko bunga.

3. Berilah penghargaan sekecil apapun prestasi yang dimiliki orang lain
Menghargai prestasi teman atau rekan kerja kita akan membuat suasana menjadi lebih cair. Ini bukan berarti menjilat lho yah tetapi memang rekan yang kita akui prestasinya benar-benar berhasil melakukan pekerjaanya dengan baik. Sebagai teman atasan, bawahan apabila kita diakui prestasinya meskipun tidak begitu besar dampaknya buat lingkungan namun rasanya kog yah lelah, capek, suntuk karena kerja tidak lagi dirasakan. Sebagai manusia yang bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilan dari gaji namun lebih dari itu merupakan usaha untuk aktualisasi diri. Pengakuan orang lain akan meningkatkan rasa bangga dalam diri kita. Penghargaan disini bukanlah hal-hal yang besar seperti piala atau medali namun bentuk kecil seperti pujian seperti tips kedua atau menuliskan ”good, pertahankan laporannya bagus”. Tips ini saya lambangkan dengan bintang. Kalau kita perhatikan bintang dipakai dimana-mana untuk menunjukan kelas atau prestasi, misalnya Hotel diberi tanda bintang untuk menunjukan kelasnya. Dalam strata kepangkatan di bidang militer banyaknya bintang menunjukan tingkatan atau jabatanya. So mari kita jadi bintang buat orang lain.

4. Beri Perhatian yang tulus kepada orang lain
Saat memasuki suatu ruangan mengucapkan salam dan saat memasuki ruang kantor mengucapkan salam kepada rekan yang ada akan membuat rekan kerja atau orang yang kita temui menjadi senang dan suasana akan menjadi ceria penuh semangat. Memberi perhatian yang tulus dapat ditunjukan dengan memberi salam, mengucapkan selamat kepada rekan yang ulang tahun atau sedang merayakan sesuatu misalnya anaknya baru lulus sekolah, ultah perkawinan dll. Hal ini akan membuat orang lain merasa diperhatikan. Tips ini saya lambangkan dengan bros hati. Wanita senang menggunakan bros hati di pakaiannya untuk mempermanis penampilannya dan hati adalah bentuk yang paling banyak digunakan. Hati selalu dilambangkan dengan cinta dan gambar hati merupakan gambar yang begitu banyak digunakan sebagai pendorong semangat atau perhatian kepada orang lain. So, mengapa kita tidak menjadikan perhatian kita seperti bros hati yang selalu dipakai untuk mempermanis penampilan.

5. Jangan lupa tersenyum
Senyum akan membuat kita terlihat sehat, bahagia dan bersahabat. Iklan pepsodent yang ditayangkan akhir-akhir ini begitu pas dan sangat indah menggambarkan bagaimana senyum membuat hidup lebih indah. Senyum itu menular lho dari satu orang ke orang lain, jadi setiap hari coba mulai dengan senyuman. Ngga percaya coba saat ini keluar dari tempat dudukmu dan senyumlah kepada orang pertama yang berpapasan denganmu lalu perhatikan orang tersebut, saya jamin dia juga akan tersenyum kepada orang yang berpapasan dengannya. Percaya ngga senyum dapat meluruhkan kemarahan orang, saat berhadapan dengan rekan yang marah coba perlihatkan senyum indahmu setidaknya kemarahannya sedikit mereda tetapi jangan terlihat mengejek lho karena ini bukanlah senyuman.tulus. Banyak program dilakukan berbagai perusahaan melalui kampanye senyum untuk menarik simpati sampai tak terhitung acara tv yang dibuat untuk membuat orang tersenyum dari yang biasa sampai ekstrem seperti jail di Trans tv, tawa Sutra, tokoh Jeng Kelin atau acara luar negeri candid camera. Tips ini dilambangkan dengan Pepsodent, ini bukan iklan lho tetapi produk satu ini memang secara konsisten mengkampanyekan senyum. Hayo 1, 2 , 3 smile you are in candid camaera hehehe.

6. Ingatlah nama orang lain dengan baik dan benar
Nama bagi orang indonesia adalah pemberian yang penuh arti. Ada acara selametan tersendiri untuk nama tersebut bahkan ada budaya di daerah di Indonesia dimana nama menunjukan nasib seseorang. Ada yang berganti nama karena dianggap membawa hal buruk. Artis-artis di Indonesia banyak yang ganti nama sehingga lebih commercial. Orang tua memberi nama tidak asal kasih tetapi ada maksud dan artinya. Saat kita bertemu dengan seseorang, rekan kita usahakan untuk menyebut namanya, karena dengan menyebut nama akan terasa lebih akrab. Banyak dari kita terbiasa dengan panggilan Mas....mas atau bang-bang atau mbak...mbak tanpa menyebut nama, akibatnya orang yang kita maksud malah bingung. Pernah membaca permintaan maaf dari media yang salah menyebutkan nama tokoh tertentu? Iya salah menyebut nama apalagi dampaknya nasional akan mengakibatkan kemarahan bagi tokoh tersebut. Ada beberapa orang yang sulit mengingat nama orang tetapi sangat kuat mengingat wajah dan sebaliknya tetapi usahakan menyebut nama seseorang dengan baik sehingga tips nomor 1, 2, 3, 4, dan 5 tidak sia-sia dipraktekan karena kesalahan menyebut nama. Tip ini diwakili oleh papan nama. Saat ini orang memperkenalkan diri dengan saling menukar kartu nama atau ada yang langsung menanyakan kartu nama bukannya nama orang, hal ini agar orang tersebut dapat menyebutkan nama dengan benar. Banyak dari kita akhirnya kemana-mana membawa kartu nama untuk memudahkan orang lain mengingat namanya.

7. Jadilah pendengar yang baik bagi orang lain
Saat bersama dengan orang lain cobalah untuk mendengar lebih banyak dibandingkan dengan bicara. Hindari memotong pembicaraan karena akan terkesan kurang sabar, kurang sopan dan rekan yang kita ajak bicara menjadi tidak memiliki minat untuk berbicara dengan kita. Coba seimbangkan antara berbicara dan mendengar kalau bisa pahami pembicaraan orang lain terlebih dahulu sebelum kita berbicara. Yang dibutuhkan disini adalah tingkat kepahaman kita terhadap pembicaraan orang lain bukan hanya sekedar dengar sehingga bingung saat di tanya balik. Dalam komunikasi peran mendengarkan mendapat porsi yang lebih karena komunikasi akan berjalan dengan lancar apabila kita mendengar orang lain dengan baik. Coba perhatikan fisik kita, kita memiliki 2 telinga dan satu mulut untuk bicara, saya kog yah mengganggap Tuhan menciptakan ini supaya kita lebih banyak mendengar dari pada bicara. Banyak dari kita menjadi NATO, no action talk only, hal ini karena kita terlalu banyak porsi bicara dari pada mendengar, so mulai lah dengan mendengar orang lain sebelum menanggapinya. Coba pakai ear phone atau headset dari handphone atau Mp3 player, kita akan dengan tenang mendengar lagu yang diputar dengan efek-efek dari musiknya dan bunyi-bunyi lain disekitar kita menjadi berkurang karena kita hanya mendengar lagu melalui earphone/headset tersebut. Inilah yang menjadi lambang untuk tips nomor 7.

8. Ajaklah orang lain berbicara sesuai dengan minatnya
Apa yang terjadi saat seorang teman anda mengajak berbicara atau berdiskusi mengenai sesuatu yang anda sukai atau minati? Pasti pembicaraannya seru dan menyenangkan tentunya. Yah berbicara mengenai minat kita akan membuat kita bersemangat menanggapinya. Nah pernah merasakan situasi dimana kamu diajak berbicara sesuatu yang kamu tidak minati? Hmmmm bete dong yah hehe, kalaupun pembicaraan terjadi anda pasti merespon dengan ogah-ogahan kecuali karena ada tujuan atau tugas yang mesti dilakukan misalnya mendengar Dosen saat kuliah. Rasanya beda lho passion-nya saat minat selaras dengan dengan pembicaraan kita. So ajaklah orang lain berbicara sesuai dengan minat orang tersebut agar dalam memulai suatu hubungan menjadi lebih lancar. Apa yang membuat orang lain menyukai kita pada awal suatu hubungan yaitu saat kita mengajak orang lain untuk berbicara apa yang menjadi minat orang tersebut. Ini akan lebih nyambung dibandingkan dengan kita memaksakan minat kita untuk dibicarakan dengan orang lain. Coba perhatikan penyanyi yang sedang memegang microphone suaranya terdengar mantap dan ada dimana-mana dalam ruangan tersebut. Ini menjadi lambang tips yang kedelapan yaitu Microphone. Saat kita memberikan microphone kepada orang lain maka kita siap mendengar apapun yang dibicarakannya.

9. Anggap semua orang penting.
Ada pepatah bule menyatakan ”Don’t judge the book by it’s cover” ini menunjukan penampilan luar bukanlah segala-galanya tetapi kualitas yang ada didalam diri seseorang yang lebih penting. Menganggap remeh menjadi momok bagi kita saat bertemu dengan orang lain. Penampilan fisik kadang menjadi standar kita untuk menilai orang lain. Saat ini penampilan fisik bukan lagi jaminan kualitas pribadi seseorang. Menganggap orang lain sebagai pribadi yang berguna dan bermakna dan mengakui setiap orang memiliki keunikan akan lebih dihargai orang lain. Mengapa kita ragu saat melihat seseorang yang kita temui karena sesuai dengan bayangan kita. Kenali dulu orangnya kemudian baru menilainya. Anggap semua orang masuk kategori VIP( Very Important Person). Inilah lambang tip nomor 9.

10. Selingi pembicaraan anda dengan humor
Berbicara terlalu serius dengan seorang akan membuat suasana menjadi kaku, tegang Cobalah untuk diimbangi dengan sedikit humor. Memang tidak semua orang bisa humor tetapi umumnya orang menyukai situasi yang rileks dengan sedikit campuran humor. Orang lain akan lebih tertarik mendengar sesorang berbicara dengan campuran humor atau dibawakan dengan santai dibandingkan dengan pembicaraan yang monoton. Saya selalu ketawa apabila lihat Aming makanya Aming menjadi lambang dari tips nomor 10.

Monday, March 30, 2009

Inspirasi Enterpreneurship

Barusan membaca Kompas Minggu 28 Maret 2009 dan dapat inspirasi dari ulasan mengenai Creative Enterpreneur yaitu Yoris Sebastian dengan hasil idenya yang out of the box. Sudah lama saya mengikuti sepak terjang tokoh kreatif yang satu ini. Apalagi saat menjadi juri dan event consultant di black innovation award 2009 sehingga menghasilkan banyak karya creative anak muda Indonesia. Selain secara pribadi dia adalah seorang yang creative usahanya tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi ikut mengembangkan lahirnya creative person di Indonesia. Amaze saja melihat hasil karyanya hmmm isi otaknya apa yah selain kumpulan syaraf sehingga mampu menghasilkan ide creative? Kepingin sih mengikuti jejaknya untuk dapat terjun ke dunia enterpreneur namun langkah ini masih terbelenggu ketidak beranian untuk mengambil resiko dan masih belum yakin dengan kemampuan diri tentunya. (Busyet sadra banget gw mengenai hal ini hahaha.)

Kembali ke topik nih, di kolom berikutnya Kompas menjelaskan mengenai Wiraswasta yang bebrbasis creative. Kompas mengemukakan bagaimana membuat ide creative menjadi industri creative yaitu harus memiliki karakteristik yang khas seperti yang dikemukakan oleh Donald F. Kuratko dan Richard M. Hodgetts(Enterpreneurship : Theory, Process & Practices, 2004) seorang enterpreneurship creative harus memiliki usaha mencari peluang, berani mengambil resiko, dan memiliki kegigihan mewujudkan ide-ide menjadi kenyataan, yang berkombinasi dengan cara-cara yang inovatif.

Akhirnya tetap kembali ke action yah, ide tanpa action akan tetap menjadi ide dan menunggu waktu untuk d wujudkan orang lain.

Setelah Lulus akan Masuk ke Bidang Apa?

Sabtu kemarin 28 Maret 2009 mengikuti Job Fair di UI, tadinya tidak direncanakan mendadak hari Jumat di minta bantuan rekan saya di bagian Recruitment untuk ikut juga menjaga stand yang nantinya membantu untuk menjelaskan posisi yang kami buka dalam job fair tersebut. Agak teknis memang vacancy yang di buka sehingga perlu di jelaskan mengenai job describtion.

Saat menjaga stand di sana ternyata banyak banget yang tertarik karena memang dari KG semua Unit Bisnis yang ada ikut dan tumplek dalam satu stand memasang vacancy masing-masing unit. Pertama sih bangga juga banyak yang tertarik dengan perusahaan kami karena yang datang untuk melihat, menanyakan dan drop cv untuk vacant yang ada cukup banyak.

Saya dengan rekan saya kemudian merubah strategi agar tidak terlalu banyak menerima resume/CV yang tidak sesuai dengan vacant yang ada, kami terlebih dahulu menanyakan background pendidikan terlebih dahulu kemudian interestnya di bidang apa. Disinilah mulai keherananku, mostly saat saya menanyakan bidang yang disukai oleh pelamar yang rata-rata fresh graduate tersebut jawaban sama yaitu binggung bidang apa yang disukai dan akan menjadi pilihannya nanti di dunia kerja. Salah seorang mengajukan respon, “Pak jangan di tanya interest dong tetapi jelaskan saja pekerjaan apa yang sesuai dengan jurusan yang saya ambil”. Hmm buat orang lain ini wajar tetapi buat saya ini pertanyaan yang rasanya bukanlah pertanyaan yang layak dari seorang lulusan PT karena kuliah tentunya memberi kita gambaran mengenai apa yang akan digeluti setelah lulus nanti.

Heh rasanya menjadi lebih panjang pasti prosesnya kalau menerima resume calon Karyawan seperti di atas. Membutuhkan waktu lama untuk menemukan apa yang menjadi minat sehingga saat di terima lebih terarah jelas pengembangannya sesuai dengan minatnya dan akhirnya gap antara tuntutan pekerjaan dengan current gap akan semakin mengecil.

Salah siapa kalau sudah seperti ini? Sistem pendidkan kita kah? Lalu mana gaung Link and Match yang selama ini di dengungkan oleh Dinas Pendidikan. Salah sistem kah ? Saya tidak heran sekarang pengalaman saat kami membuka vacancy di Jobsdb atau Karir yang masuk wow banyak banget, kebanyakan asal masuk saja tanpa memperhatikan kualifikasi yang ada.

Wednesday, March 25, 2009

PERILAKU YANG PALING SAYA BENCI DI JALANAN JAKARTA

Pertama, Orang membuang puntung rokok keluar dari mobil/sepeda motor saat mobil tersebut masih berjalan. Saya membayangkan puntung rokok tersebut jatuh dan mengenai sesorang di luar atau saat dibuang mengenai mobil yang mengangkut bensin atau solar atau bahan yang mudah terbakar, tentu akan terjadi kebakaran. Heh saya seringkali melihat hal ini di jalan dan coba lihat yang membuang puntung rokok tersebut nyante banget yah, dia ngga pernah mungkin memikirkan akibatnya. Saya tidak memperdulikan akibat ke perokoknya karena masing-masing toh sudah paham dengan akibat jangka panjangnya namun konsen saya lebih ke dampak kepada lingkungan sekitar resiko kebakaran dari perilaku ini sangat besar apalagi Jakarta panas banget bisa saja percikan kecil dapat membuat kebakaran.

Kedua, Merokok sambil bawa sepeda motor, wah perilaku ini tuh bikin jalanan banyak kecelakaan. Perhatikan jalanan Jakarta selalu rame, hal ini sangat beresiko banget. Saat ada kendaraan lain menyalib etnah dari belakang samping atau ada kendaraan yang melacu cepat akan mempengaruhi pengendara lain dan saat pengendara mengendarai sambil merokok maka lebih susah menjaga keseimbangannya. Bayangkan kalau dia jatuh, rokoknya jatuh dekat motor saat ada bensin merembes kemungkinan terjadi kebakaran besar, bisa saja terjadi kekacauan lebih besar entah membuat jalanan macet sampai tabrakan lain. Saat mengendarai mobil sama saja sih hanya mungkin kalau di mobil keseimbangannya masih tetap terjaga.

Ketiga, Melanggar lampu lalu lintas. Pernah melakukannya, hmmm even saya pernah melakukannya, alasannya sih klise buru-buru. Saat ini saya berusaha mematuhi lampu lalu lintas meskipun akan lebih lama perjalanannya. Kecendrungannya saat mengendarai motor akan selalu mendahului lampu lalu lintas, belum hijau sudah jalan dan lihatlah banyak banget yang melakukannya. Pernah juga menyaksikan tabarakan di depan mata kamu karena melanggar lampu lalu lintas? Sudah beberapa kejadian tersebut saya saksikan selama di Jakarta dan wow sangat mengerikan akhirnya. Hal ini mungkin yang membuat saya jadi lebih berhati-hati di perempatan di jalanan Jakarta.

Keempat, Membuang sampah di jalanan, wah ini memang kebiasaan yang susah dihilangkan, beberapa alasan mungkin karena memang kesadaran kita mengenai kebersihan dan dampak dari perilaku ini kurang dalam jadi yah seenaknya saja membuang sampah dimana saja. Mungkin juga karena mencari tempat sampah di pingiran jalanan di Jakarta cukup susah yah, saya beberapa kali mengalami hal ini, kalau yang rada kecil dapat sih di bawa sampai menemukan tempat sampah. Bagaimana kalau yang agak besar sampahnya, lihatlah pot tanaman di seputaran jalan heh isinya yah banyakan sampahnya.

Ada yang mau menambahkan list ini ? atau adakan cara yang efektif dan praktis untuk mengurangi kebiasaan ini ?

Tuesday, March 24, 2009

APAKAH ANDA PERSISTENCE?

Awal tahun saatnya merencanakan target baru untuk dicapai tahun ini, hal ini didasari oleh kegiatan tahunan sebelumnya yaitu melakukan appraisal terhadap kinerja dan pencapaian tahun lalu. Pasti ada yang bersorak, senang karena target yang dibuat pada awal tahun kemarin dapat terwujud, namun beberapa orang mungkin menyadari pencapaian kurang memuaskan sehingga harus menerima penilaian yang kurang memuaskan. Salah satu hal yang mendorong terlaksananya target adalah usaha keras untuk mencapai target tersebut dengan strategi yang tepat. Setiap sukses yang besar selalu disertai oleh usaha yang persistence.

Thomas Alfa Edison melakukan percobaan berkali-kali dan seringkali mengalami kegagalan namun karena adanya dorongan untuk terus berusaha akhirnya dapat menghasilakan penemuan besar seperti lampu pijar.

Ketika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan sesuatu, apa yang anda rasakan? perasaan ingin berhenti atau mundur dari usaha tersebut karena beratnya hambatan untuk mencapai hasil atau sebaliknya, terus berusaha karena hal ini penting buat anda dan anda menetapkan komitmen untuk tetap berusaha sampai mencapai hasil yang diinginkan. Disaat berhadapan pada situasi seperti di atas kemampuan mental kita untuk terus bertahan dan berusaha dalam menghadapi hambatan, kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan sesuatu disebut “persistence”. Persistence adalah kemampuan untuk tetap teguh pada apa yang dilakukan dan tetap semangat meskipun merasa ingin berhenti. Persistence yang membuat seseorang tetap bergerak maju atau bertahan apapun terjadi untuk mencapai tujuannya dengan mencoba mengatur kembali rencana, mencoba terus sampai tujuannya tercapai..

David Mc Clelland mengemukakan salah satu ciri individu yang memiliki Need for Achievement yang tinggi adalah memiliki “persistence”. Individu tersebut tidak cepat menyerah dan berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Sejalan dengan hal ini, Paul G. Stolz dalam bukunya Adversity Quotient menyatakan adanya pengakuan seseorang terhadap hambatan yang dihadapi sehingga dapat memikul tanggung jawab terhadap hambatan tersebut, menyadari jangkauan tantangan yang dihadapi dapat mempengarhi kehidupan atau bidang lainnya, daya tahan untuk dapat menyelesaikan masalah segera (endurance) yang ditunjukan dengan sikap dan perilaku yang menganggap kesulitan bersifat sementara sehingga perlu selalu optimis dan semangant dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Stolz membagi beberapa orang menjadi 3 golongan yaitu Quitters, individu yang berhenti berusaha, tidak berani menerima tantangan lebih. Campers, berusaha terlebih dahulu, lalu berisitirahat sejenak dan karena adanya rasa nyaman kemudian tinggal dan tidak meneruskan usaha. Climbers, berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tidak berputus asa menghadapi hambatan dan menganggap tantangan sebagi peluang.

Seseorang yang persistence tentunya memiliki karakteristik climbers. Persistence sendiri tidak sama dengan keras kepala karena seseorang yang persistence perilakukanya diarahkan oleh tujuan yang jelas dan rencana tindakan yang matang dalam melaksanakan usahanya.

Membangun Persistence
Bagian dari persistence adalah disiplin diri dan komitmen, maka untuk meningkatkan persistence adalah dengan meningkatkan 2 hal yang mendorong kecendrungan ini keluar yaitu, pertama meningkatkan intrinsic enjoyment dan kedua meningkatkan toleransi kita terhadap kesulitan. Pertama jangan melakukan pekerjaan yang kamu tidak sukai atau pekerjaan yang membuat kamu tidak semangat melakukannya, ambil jurusan sesuai dengan minat, jangan menerima suatu pekerjaan yang kamu tidak sukai karena faktor selain interest kamu sendiri misalnya karena factor gaji. Kedua jangan abaikan feedback terhadap performance karena hal ini akan memberikan gambaran mengenai bagaimana pekerjaan saat ini. Ketika menghadapi hambatan fokuslah dalam apa yang dikerjakan dan targetkan hasilnya, tetaplah focus dan nikmati pekerjaan tersebut dan apabila mengalami hambatan coba atur kembali rencana atau strateginya. Kedua, saat melakukan sesuatu tetapkan satu tujuan yang akan dicapai dan lakukan hal tersebut secara maksimal, jangan ragu. Tanpa tujuan yang jelas dalam pekerjaan akan dapat membingungkan dalam menentukan langkah kmenuju keberhasilan. Saat menghadapi kesulitan coba ambil satu motivasi yang menguatkan untuk tidak putus asa dan usahakan berusaha terlebih dahulu sebelum berhenti dan berharap hal tersebut berhasil dengan sendirinya. Bagimana seorang atasan meningkatkan persistence bawahannya,

Seseorang dapat menunjukan Persistence apabila memiliki komitmen untuk menyelesaikan pekerjaannya, jadi mari kita focus menyelesaikan pekerjaan, tetap menjadi seorang climber sejati karena dengan inilah kita dapat mencapai target kita di tahun depan. “ Winner never quit, quitter never wins”, if at first you don’t succeed, try, try again” .