Sunday, February 20, 2011

KUTU LONCAT


Anda pernah melihat langsung aksi kutu loncat? Bagaimana perilakunya? Kutu loncat meloncat sangat cepat dari satu tempat ketempat lain dan cara berjalannya memang dengan loncat. Namun saat ini saya tidak ingin membahas hewang satu ini tetapi saya akan membahas mengenai asosiasi kutu loncat ini dalam menjelaskan perilaku kerja seseorang.

Seorang teman saya pernah menyampaikan "menjadi kutu loncat di Indonesia bukanlah hal yang buruk karena kutu loncat dihargai lebih oleh perusahaan lain". Saya sempat heran dengan pernyataan  rekan saya ini. Rekan saya sudah mengalami dan salah satu kutu loncat, dalam 2 tahun terakhir ini sudah ada 3 perusahaan di masukinya.

Setelah saya pikir-pikir yah benar juga yah seorang Karyawan yang berpindah ke perusahaan lain karena mendapatkan penawaran yang lebih baik dan tentu saja dengan fasilitas yang lebih ok. Seseorang berani pindah ke Perusahaan dan pekerjaan baru karena mendapatkan penawaran yang lebih tinggi baik dari sisi jabatan, remunerasi, fasilitas yang lebib baik.


Saya membagi jenis kutu loncat berdasarkan competency. Kutu loncat yang berpindah karena memiliki competency yang mumpuni/unik dan berkerja berdasarkan project tertentu sehingga pada saat project-nya selesai dalam jangka pendek akan cenderung mendapatkan penawaran lain yang lebih baik dari perusahaan lain sehingga dia pindah. Sebaliknya seorang kutu loncat yang berpindah kurangnya competency sehingga tidak lulus masa probetion atau karena merasa tidak mampu menguasai pekerjaan dan tidak competent  kemudian dia mencari pekerjaan baru.

Dari sisi psikologis seseorang kutu loncat loncat masih labil, belum menemukan kecocokan antara apa yang menjadi minat pekerjaan dengan pekerjaan uyang ditanganinya/lingkungan perusahaan dimana dia bekerja. Makanya kutu loncat banyak terjadi pada fresh graduate.

Lalu bagaimana cara mengatasi kutu loncat ?
Dari sisi pribadi perlu sedikit bertahan saat menghadapi hambatan dalam pekerjaan karena hambatan dalam pekerjaan baik dari sisi  pekerjaan itu sendiri maupun hubungan dengan rekan kerja/atasan akan cenderung membuat seseorang lebih matang dan menguasai pekerjaanya dengan baik. Seseorang yang berhasil bukan karena selalu mulus dalam menyelesaikan pekerjaannya.


tetapi karena dalam pelaksanaan pekerjaaan ada hambatan, tantangan dan hal ini akan membuat dia belajar terus bagaimana mengatasi hambatan tersebut.  Bertahan dari godaan perusahaan lain dan perlihatkan terlebih dahulu hasil kerja kita ke perusahaan saat ini sehingga pada saat keluar sudah ada bukti hasil kerja kita dan inilah yang akan menjadi nilai jual kita dan bargaining power kita baik kerperusahaan saat ini maupun perusahaan lain. Yakinlah kalau kita memiliki kualitas kerja yang mumpuni tawaran akan datang dengan sendirinya.

Dari sisi perusahaan, program-program penerimaan karyawan baru sangat diperlukan untuk membuat Karyawan merasa diterima dalam organisasi tersebut. Selanjutnya setelah program ini selesai diperlukan juga program lanjutan untuk memantau perkembangan Karyawan baru dengan pendampingan secara periodik, misalnya melakukan pertemuan dengan Karyawan baru sekali sebulan untuk memantau perkembangan belajar dan penyesuaian karyawan terhadap organisasi.

So bagimana dengan anda saat ini, berpikir untuk berpindah? Selama anda yakin bahwa pindah ke perusahaan lain adalah pilihan yang paling baik saat ini maka lakukan tetapi apabila anda masih ragu-ragu karena anda pindah karena ada hambatan dalam pekerjaan maka selesaikan permasalahan itu siapa tahu setelah itu anda akan lebih baik dan nyaman.

No comments: