Friday, July 22, 2016

Hayoo Kembangkan Kreativitas

Coba anda ambil selembar kertas dan buatlah gambar “pemandangan” di kertas tersebut. Aha Saya bisa membaca pikiran anda. Yang anda gambar adalah 2 gunung lalu di tengah gunung itu matahari bersinar. Ada yang menambahkan gambar dan ada sawah sawah di bawa kaki gunung. Saya sudah melakukan percobaan ini dalam sesi training dan kebanyakan gambarnya yah sekitar gunung kembar dan matahari. Mengapa gambar kita mirip yah? Kalau dilihat dari latar belakang asal, sekolah, latar belakang keluarga beragam lho misalnya Jawa, Sumatra, Sulawesi, Flores, Bali dan dari seluruh Indonesia. Kemungkinan ada yang salah dalam hal ini, bukan karena kita tidak bisa menggambar yang lain namun kata pemadangan sudah melekat dan diasosiasikan dengan gunung. Hal ini membuat kita menjadi tidak kreatif menggambar pemandangan karena sudah dibatasi dengan gambaran mental kita tentang pemandangan. Kalau kita ingin explore lebih dalam namanya pemandangan adalah segala sesuatu yang kita lihat. Batasan yang kita buat terhadap diri kita membuat kreativitas kita berkurang. Apa sih kreativitas? Kreativitas adalah kemampuan berpikir dengan cara baru atau menjadi orisinil. Albert Einstein menyampaikan bahwa kegilaan: Melakukan hal yang sama secara terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda. Supaya bisa menghasilkan hal yang bebrbeda lakukan dengan cara yang berbeda. Mulai dari berpikir dari sisi yang bebrbeda, membayangkan dari sisi yang berbeda. Bagaimana mengembangankan kemampuan kreativitas? Pemikiran kreatif lahir dari kemampuan kita untuk dapat menghasilakan Kefasihan, Fleksibilitas dan Originalitas. Mari kita kulik satu persatu. Kefasihan Seberapa cepat dan seberapa mudah kita melepaskan ide-ide baru yang kreatif. Contoh ketika kita diminta braisorming atau sumbang sarang terhadap suatu hal, maka kecepatan ide-ide tentang hal teresbut adalah kemampuan kefasihan. Fleksibilitas Kemampuan kita melihat sesuatu dari sudut pandang lain, mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang yang berlawanan, mengambil konsep-konsep lama & mengaturnya kembali dalam cara baru, dan membalikkan ide-ide yang sudah ada. Ini juga termasuk kemampuan kita menggunakan semua indra dalam menciptakan ide-ide baru. Orisinalitas Ini adalah inti dari semua pemikiran kreatif, dan mewakili kemampuan kita menghasilkan ide-ide yang unik, tidak biasa, “eksentrik”. Meskipun banyak orang menggangap orang seperti ini sebagai “tidak terkendali”, sebenarnya yang benar justru sebaliknya: orisinalitas sering kali merupakan hasil dari sejumlah besar energi intelektual yang diarahkan, dan pada umumnya menunjukkan kemampuan konsentrasi tinggi. Bagaimana cara mencapai ketiga hal diatas? Beberapa pendekatan adalah dengan menggunakan kemampuan ortak secara maksimal baik otak kiri dan otak kanan. Biasanya kita hanya mengandalkan otak kiri. Dengan melibatkan imajinasi, kita akan menjamin bahwa kita juga menggunakan otak kanan. Jika kita hanya melibatkan salah satu sisi otak, kita mengurangi kinerja keseluruhan otak secara drastis.

Sunday, May 1, 2016

Group WA Kantor


Saat ini penggunaan penggunaan aplikasi di smart phone khususnya untuk chatting menjadi pilihan yang banyak dipakai oleh semua pengguna smartphone. Awalnya dimulai dari Bbbm kemudian berkembang aplikasi lainnya seprti whatsapp, line, wechat, facebook mesengger dan beberapa aplikasi chat lainnya. Di lingkungan kerja penggunaan komunikasi melalui aplikasi banyak digunakan untuk mempercepat komunikasi diantara anggota tim. Beberapa Pemimpin memuat grup melalui aplikasi untuk berkomunikasi dengan cepat dan lancar dengan anggota timmnya. Tujuannya agar anggota tim dapat langsung mengetahui perkembangan dan permintaan, update pekerjaan ke anggota timnya. Aplikasi yang saat ini terkenal digunakan adalah whatsapp. Bahkan beberapa Pemimpin mewajibkan anggota timmnya masuk ke group whatsapp yang diinisiasi pemimpinnya (Manager). Semua anggota tim wajib masuk grup dengan keinginan senddiri maupun karena terpaksa. Ada fenomena yang saya temui dari pemakaian grup dalam komunikasi organisasi dimana Pemimpin tim yang mewajibkan semua anggota timnya masuk grup yaitu anggota tim juga membuat grup sendiri tanpa mengikutkan Atasannya dalam grup. Apa tujuan grup ini dibuat? Beberapa orang menyampaikan grup untuk ceng cengan atasan, grup untuk menghibur diri sesama anggota tim dari perlakukan atasan. Grup ini biasanya lebih rame dari pada grup resmi yang dibuat Pimpinan tim karena lebih bebas mengeluarkan uneg-uneg, keluhan, katarsis, ledek ledekan bahkan ceng-cengan atasan. Fenomena ini muncul karena beberapa sikap, perilaku atasan (kata-kata, tindakan) yang dirasa oleh bawahannya tidak menyenangkan, negatif, ketat (seperti suka ngomel, emosi, moody, tidak membela bawahan, kata-kata keras, tekanan kerja yang tinggi). Grup ini muncul biasanya muncul di level Staff-Supervisor dan masih berusia muda. Grup WA ini akan rame apabila salah satu bawahan baru saja dimarahin oleh atasan dan beberapa temannya langsung aktif dengan jari mereka di samrtphone dan sambil senyam senyum sendiri bahkan saat meetingpun bisa terjadi. So kalau anda seorang pemimpin perhatikan cara anda memimpin, perbaiki gaya memimpin anda. Jika sebagai atasan kita memperlakukan bawahan dengan baik maka kemungkinan grup ini tidak akan dibuat oleh bawahan anda. Apabila Anda menjadi seorang pemimpin, tetaplah gembira dalam menjalankan tugas

Monday, March 7, 2016

Be Proactive 2

Proses kerja dalam diri orang reaktif yaitu ketika ada stimulus dia langsung memberikan respon tanpa mencoba mencerna dulu. Setelah kejadian baru kemudian dicerna dipikirkan dan barulah kesadaran timbul bahwa kita sudah salah mengambil keputusan. Respon pribadi orang reaktif dikendalikan oleh mood, situasi, dan orang lain. Biasanya beberapa hal yang sering jadi kambing hitam perilaku orang reaktif misalnya karena Genetik – bawaan diri, misalnya pernyataan “Kakek, Bapak saya pemarah. Wajarlah kalau saya juga pemarah.”; Psikis – didikan masa kecil “Dari kecil saya sudah diajarinnya begini oleh orang tua saya. Susah merubahnya!”; Lingkungan – orang lain/lingkungan “Semua orang juga begitu berteriak kalau bicara. Saya sih cuma ngikut aja.” Sikap reaktif tidak membuat pribadi kita menjadi efektif so mari kita belajar dan mencoba menjadi pribadi yang proaktif. Apa itu proaktif? Orang proaktif adalah orang yang ketika ada stumulus dia menunda responnya. Gimana caranya menunda respon? Memang perlu latihan dan pembiasaan. Contoh ke ilustrasi anjing menggongong di atas kalau orang tersebut adalah orang proaktif dia akan melihat sekeliling dulu khususnya sumber suara gonggongan dan dengan begitu dia sadar bahwa anjing yang mengonggong itu diikat responnya jadi berbeda dong yah dengan jalan biasa atau menghindar sedikit agar tidak terlalu dekat dekat dengan ikatan anjingnya. Ilustrasi bayangan besar, apabila orang tersebut seorang yang proaktif maka dia akan mengamati sekitar dan timbul kesadaran bahwa ada bulan bercahaya sangat terang dan bulan itu membuat bayangan pohon menjadi besar sehingga reaksinya juga akan bebrbeda misalnya tetap berjalan biasa meski sempat agak kaget dan tidak menimbulkan kepanikan buat rekan-rekan yang lain. Saat menunda respon ini akan muncul beberapa pertimbangan antara lain kesadaran diri, imajinasi, suara hati dan kehendak bebsa kita untuk memilih respon. Hal ini berlangsung cepat juga dalam diri kita. Orang proaktif dalam kesehariannya mampu dan bebas memilih respon sesuai dengan nilai-nilai yang ada sehingga akan timbul tanggung jawab diri. Kita memiliki kemampuan memilih respon sehingga ketika pilihan kita itu agak keliru kita akan mengakuinya sebagai hasil keputusan sadar kita yang mungkin belum maksimal dan bukannya meyalahkan situasi atau orang lain disekitar kita. Saat melakukan sesuatu, kitalah yang memutuskan even tidak sesuai dengan diri kita misalnya memilih jurusan kuliah karena orang tua yang memaksa namun pada akhirnya kitalah yang memutuskan untuk menjalankan. Sebagai orang proaktif kita bertanggung jawab terhadap pilihan itu seperti menjalankan proses kuliah dengan maksimal atau menjalankan keputusan yang sudah kita ambil. Mari kita berlatih teman-teman menjadi orang proaktif. Ingat yah Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali orang itu mau mengubah nasibnya sendiri. Setiap orang punya potensi yang besar untuk maju, tetapi hanya orang yang mau berusaha yang akan maju. Orang-orang yang sukses adalah orang yang yakin ia mampu dan berusaha membuktikannya

Be Proaktif 1

Pernahkan Anda menghadapi situasi ketika sedang berjalan tiba-tiba ada anjing di dekat kita menggonggong dengan kencang dan tanpa berpikir panjang anda langsung berlari kencang lalu tiba-tiba jatuh karena terantuk batu. Setelah anda melihat lagi ke belakang ternyata anjing yang menggonggong diikat sehingga tidak mungkin berlari menggigit. Pernah juga mengalami kejadian ketika jalan malam dan tiba-tiba melihat bayangan mirip orang yang begitu besar di depan andalalu Anda berlari kencang dan karena saking semangatnya berlari lalu jatuh dan sambil meringis menahan sakit di lutut kena batu anda menoleh ke belakang dan ternyata bayangan yang anda lihat adalah bayangan pohon sebelah jalan yang terkena sinar bulan. Reaksi otomatis seperti ini terbawa dalam keseharian ketika saat guru bertanya tentang siapa yang ribut lalu semuanya menyahut tidak tahu atau ketika orang datang ke kita langsung menunjuk kita yang melakukan hal yang diluar aturan dan secara spontan kita menyangkal atau ketika kita sering memotong pembicaraan orang lain karena kita menganggapnya bertele-tele. Sikap menyalahkan situasi atau menyalahkan sesuatu di luar diri kita akan membuat kita menjadi tidak efektif lho. Pribadi yang efektif tidak timbul begitu saja melainkan perlu diusahakan, dengan menjadi pribadi yang efektif akan membuat kita bertanggung jawab penuh atas diri kita sendiri. Dan dengan bertanggung jawab atas diri kita sendiri, kita juga akan mampu memenuhi tanggung jawab lingkungan atau perusahaan lewat hasil kinerja kita yang optimal Salah satu cara menjadi pribadi efektif adalah menjadi pribadi yang proaktif. Sebelum mendalami sikap proaktif yuk kita kenali dulu yah yang namanya sikap reaktif. Kembali ke ilustrasi awal saya tentang orang yang bereaksi spontan terhadap gonggongan anjing dan bayangan besar tadi. Orang dalam ilustrasi di atas dapat kita kategoriikan sebagai orang Reaktif. Hmmm kenapa reaktif yah??

Friday, February 27, 2015

Sebelum bulan Februari berakhir saya ingin sharing tentang cinta. Bulan Februari identik dengan bulan cinta dengan perayaan Valentine tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang sedunia. Banyak orang khususnya anak muda merayakan hari ini sebagai hari untuk lebih mengungkapkan cintanya kepada orang-orang yang disayanginya. Beberapa minggu lalu saya bertugas sebagai anggota tata tertib di gereja untuk misa minggu. Tugas Tatib adalah mengatur lalu lintas orang-orang yang hadir di misa ini termasuk mengantar ke tempat duduk. Saat saya sedang menunggu di depan pintu masuk turunlah dari mobil sepasang opa oma yang diantar anaknya untuk misa. Sang anak meminta saya agar mencarikan tempat duduk yang kosong untuk mereka. Opa Oma ini sudah tua sekitar 70-an, Si Oma sudah menggunakan tongkat saat berjalan dan opa berjalan dengan badan yang sudah bungkuk. Saat saya mengantarkan mereka ke tempat yang kosong ternyata hanya ada satu kursi yang kosong. Saya agak bingung siapa yang didahulukan duduk. Dengan penuh kelembutan si Oma meminta Opa untuk duduk duluan di tempat itu. "Papi saja yang duduk yah, nanti mami mencari kursi yang lain". Sang opa pun dengan lembut "Mami saja yang duduk sya yang akan cari tempat lain". Namun dengan kelembutan Oma tetap mempersilakan Opa duduk. Disitu saya terenyuh wah kedua opa oma ini masih menyisahkan cinta yang dalam satu sama lain bahkan tanpa perduli bahwa oma sudah menggunakan bantuan tongkat dia tetap mempersilakan dan mendahulukan suaminya untuk duduk namun Opapun dengan kelembutannya tetap meminta oma duduk. Inilah gambaran cinta yang tulus diantara hubungan oma opa, tidak ada yang egois, berusaha mendahulukan pasangannya. Contoh yang kecil namun menyentuh saya. Pada akhirnya salah seorang umat yang melihat hal ini dan terenyuh juga akhirnya berdiri dan mempersilakan oma oma duduk berdampingan. Thank you yah opa n oma menunjukan rasa cinta yang tulus kepada kami yang masih muda ini. Sentul City, Februari 2015

Sunday, November 30, 2014

Guru Favorit

Mengingat masa lalu dimasa sekolah dulu, jadi teringat guru-guru yang sudah memberikan ilmu dan membuatku menjadi sepErti ini. Dari sekian banyak guruku dari SD sampai perguruan tinggi, ada beberapa guru yang masih saya ingat dan menjadi guru favorit. Kesamaan dari guru-guru favorit ini adalah semuanya guru di jenjang pertama dari masa-masa pendidikan saya. Pertama waktu SD, guru favorit saya adalah guru pertamaku yang secara formal mengajarkan saya mengenai huruf, angka dan membaca, menulis. Yah guru favoritku yang pertama adalah Guru SD kelas satu waktu saya bersekololah di SDK Poka, Ruteng. Dialah Ibu Len kami memanggilnya. Ibu Len tidak saja mengjarkan kami tentang huruf, angka, menulis, membaca namun juga mengajarkan hal-hal lain misalnya tentang kebersihan. Saya masih ingat ketika masuk kelas yang pertama di cek adalah kuku tangan. Tentu saja sebagai anak yang lahir di kampung dan sehari-hari bermainnya dengan tanah, kayu maka kuku menjadi panjang dan hitam ujungnya. Nah ketika kuku panjang dan hitam maka bu Len akan mengambil penggaris dan mengetuk jari tangan kami yang hitam he he. Dulu siih rasanya sakit tetapi ada gunanya. Salah satu yang masih saya ingat juga Bu Len juga akan mengecek kami semua khususnya yang laki-laki dan apabila terlihat kucel dan banyak rawok(bhs manggarai artinya dekil) maka bu Len akan membawa kami di depan sekolah dan meminta kami mandi semua di depan sekolah bahkan saking jarang mandi bu Len membantu menggosok daki di badan. Waktu itu air depan sekolah lumayan banyak sementara karena suhu udara di kampung kami cukup dingin sekali maka mandi adalah kegiatan yang bisa seminggu 2 kali kami lakukan yah bayangkan saja gimana dekilnya kami waktu itu. Maklum anak kampung yang kalau mau mandi kudu ke pancuran mata air yang jarangknya sekitar 2 km dari rumah. So Ibu Lenlah yang memberi kesadaran ke kami tidak hanya soal pelajaran tetapi juga kesadaran kebersihan diri. Kedua setelah masuk SMP St. Klaus Kuwu, guru favorit saya guru kelas 1 SMP yaitu Sr. Philomena. Mengapa jadi favorit, karena ibu guru satu ini baik banget, halu, ngga pernah marah. Yang masih saya ingat sampai saat ini caranya mendorong kami supaya belajar yaitu ketika mata pelajaran beliau Siswa yang bisa menjawab pertanyaan dan nilai bagus di kelas akan diberikan hadiah. Kalau di pikir sekarang hadiahnya sih kecil, hanya balpoint tetapi masa itu, barang itu cukup berharga karena balpointnya yang rada mahalan dan tentu saja kebanggaan kalau bisa dapat. Nyatanya memang jarang yang mendapatkan hadiah balpoint tersebut he he. Saat ini saya menyadari untuk mengembangkan seseroang reward itu menjadi salah satu hal yang juga dapat mendorong untuk belajar dan maju. Guru berikutnya adalah dosen saya di semester pertama di bangku kuliah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dia adalah Romo Priyono. Romo Pri lah orang pertama yang memperkenalkan ilmu psikologi ke saya dengan mata kuliah Psikologi umumnya. Satu hal yang tidak dapat saya lupakan dari Dosen satu ini, senyumnya yang khas dan saat mengajar tidak pernah marah. Kelakuan kami yang kadang menyebalkan di kelas ditanggapinya dengan senyum. Hal ini membuat saya bersemangat saat mengikuti mata kuliah romo Pri. Salah satu tantangan Romo Pri yang masih saya ingat ketika di dekat kampus ada orang gila lalu bertemu kami dengan Romo bersamaan orang gila tersebut lewat lalu romo Pri menyampaikan kalau kami bisa menyembuhkan orang gila itu maka kami bisa langsung lulus he he. Romo menyampaikan dengan guyonan tetapi hal ini cukup memicu saya untuk belajar tentang psikologi klinis bahkan sempat mendalami kasus yang berhubungan dengan klinis dan tertarik kearah klinis namun pada akhirnya saya terjun ke Psikologi organisasi. Satu hal yang saya dapatkan dari Guru saya ini mendorong orang lain untuk maju dengan memberi tantangan dan tentu saja selalu positif dalam segala hal. Terima kasih untuk semua guru-guru yang sudah berjasa untuk hidup saya. Secara khusus terima kasih Bu Len, Suster Philomena dan Romo Priyono. Hanya doa yang bisa saya berikan agar diberikan kesehatan dan tetaplah mengembangkan insan-insan lain di dunia ini.

Saturday, September 20, 2014

Tenang dalam Kepanikan

Malam ini sekeluarga berkumpul, Saya istri, anakku dan yang pengasuh anak anakku. Setetelah makan malam saya nonton TV dan putriku bermain dengan balon gas yang baru di belinya. Tiba-tiba booom balonnya pecah dan mengagetkan kami semua. Wajah putriku antara kaget dan takut. Melihat ekspresi wajahnya yang lucu saya tertawa. Namun karena merasa ditertawakan putriku ngambek dan lari ke kamar lalu mengunci kamar dari dalam. 

Ternyata semua jendela terkunci dari dalam. Karena saya kwatir anak saya yang berusia baru 4 tahun tidak bisa membuka pintu saya marah dan mintanya membuka kunci dari dalam. Ternyata pas di kunci, putriku mengunci dengan full 2 kali klik sehingga ketika dibuka putriku agak susah membukanya. 

Saya panik dan mungkin putriku juga merasakan kepanikanku sehingga akhirnya dia juga panik dan histerius dengan tangisan yang kencang karena tidak dapat membuka pintu. Putriku merasa tidak bisadan dengan usahanya dia mencoba namun tidak berhasil. Saya coba cari akal dan iya jendela kami lebih mudah dibuka, saya minta dia membuka jendela dan saya coba tenang mengarahkan namun karena jendela agak tinggi putriku tetap histerius karena merasa tidak bisa meraih jendela. 

Saya berusaha tenang dan mencoba arahkan putriku agar mengosongkan kursi dan mendorong kursi kosong tersebut dekat jendela supaya dia dapat meraih engsel jendela. Puji Tuhannya putriku ini paham dan melakukan instruksiku meskipun dalam keadaan histerius dan ketika sudah mencapai engsel jendela saya minta dia mengangkatkuncinya dan tidak butuh waktu lama jendela itu terbuka dan saya coba mengeluarkan putriku terlebih dahulu dan menenangkannya. 

Ternyata kepanikan tidak akan membuat kita menyelesaikan masalah dengan cepat dan ketika kita panik orang-orang disekitar juga menjadi ikutan panik. Peristiwa ini memberikan gambaran kepadaku betapa anak kecilpun dapat menyelesaikan masalah ketika kita mengarahkannya dengan baik dan tenang yang paling penting kita mempercayainya dan membimbimbing dengan dengan.

Monday, May 26, 2014

Seat Belt = Safety


Seat belt di mobil merupakan hal yang wajib yang saya pakai di dalam mobil. Saya sangat sadar mengenai penggunaan Seatbelt ini. Berbicara mengenai seatbelt saya memiliki pengalaman yang saya akan ingat terus dan mendorong kesadaranku tentang fungsinya.
Awal di Jakarta, saya datang setelah menyelesaiakan kuliah di Jogja dan keseharian disana  saya lebih banyak menggunakan bus umum yang jauh dari penggunaan seatbelt dan even menggunakan mobil pribadipun kesadaran penggunaan seatbelt sangat rendah. 

Pengalaman dengan penggunaan seat berawal :
1. Suatu hari dihari Sabtu setelah pulang kerja setengah hari di Lippo Cikarang saya nebeng mobil seorang Manager project dari Jakarta ke arah blok M. Karena mobil yang dipakai mobil tua dan fungsi seatbelt juga tidak baik saya memutuskan tidak menggunakan seatbelt dan saat di blok M, melihat seorang polisi berdiri di perempatan saya buru-buru menggunakan seatbelt namun masih tertangkap mata polisi yang sangat awas mengamati sehingga kami dihentikan dengan alasan tidak menggunakan seatbelt. Sang pemilik mobil rekan saya ngotot berdebat dengan polisi namun akhirnya mengalah dan melayangkan uang Rp. 50.000,-.
2. Masih kejadian saat di Lippo Cikarang, saya nebeng mobil yang sangat bagus dan mewah alphard dari seorang rekan kerja namun tetap sama kesadaran saya akan seatbelt masih rendah. Saat dalam perjalanan rekan saya dengan dingin, tanpa ekspresi dan tanpa memandang nyeletuk “ kalau mau nyawa tetap ada pake seatbelt dong”. Deg kata-kata ini kerasa banget dan akhirnya dengan malu-malu saya menggunakan seatbelt.

Sejak inilah kesadaranku mengenai penggunaan seatbelt sangat tinggi, kapanpun dimanapun. Ketika sudah memiliki mobilpun saya akan selalu mengingatkan dan kepada orang-orang yang naik dengan pentingnya penggunaan seatbelt ini. 
Kepada putriku sejak bayi saya sudah menanamkan penggunaan seatbelt dengan menjelaskan pentingnya penggunaan seatbelt dan ketika anak saya yang masih balita usia 3 tahun tidak menggunakan seatbelt saya dengan telaten mengajarkan kepada anak saya. Sekarang tanyakan kepada putriku mengenai fungsi seat belt dan dengan gamblang dia akan menjelaskan mengapa kita menggunakan seatbelt.
Hasilnya luar biasa, saat ini putriku berusia 4 tahun dan ketika masuk mobil hal pertama yang diperhatikannya adalah penggunaan seatbelt bahkan menegur saya, istri dan saudara atau teman kalau belum menggunakan seatbelt.
So bagaimana dengan anda? Mari lakukan kebiasaan safety ini dan jadilah teladan buat putra/putri kita.

Tuesday, November 26, 2013

Aplikasi Edukatif untuk Anak Balita anda di Smart Phone, Tablet



Menindaklanjuti  postingan saya sebelumnya berikut saya sharingkan beberapa aplikasi yang cukup edukatif untuk anak Balita anda yang dapat di download untuk dipakai di Smartphone, tablet atau gadget anda yang lainnya.
Berikut beberapa content yang menurut saya berguna dan membantu perkembangan belajar anak : 

a.    Phonic Song di Youtube, Hal pertama yang saya perkenalkan kepada puteri saya adalah content dari youtube. Beberapa content yang cocok untuk belajar bahasa inggris adalah dengan memperkenalkan Phonic song. Caranya adalah ketika masuk youtube search phonic song maka akan muncul beberapa pilihan lagu. Disini saya mengajarkan anak saya untuk mulai membaca abjad dalam bahasa inggris dengan menggunakan bunyinya dan kemudian di masing-masing abjad di hubungkan dengan satu benda sesuai dengan huruf awal benda tersebut. Lagunya yang dipakai dalam phonic song mudah dipahami dan anak saya bisa betah mendengar phonic song  sambil belajar abjad. Saat ini beberapa film yang biasa dia tonton di Tv khususnya channel anak-anak bisa di tonton melalui youtube tanpa mengubah bahasanya dari bahasa inggris ke Indonesia dan so far anak saya paham kog jalan ceritanya bahkan dia dapat sedikit-sedikit dapat menceritakannya kembali.

b.    Animal song, Animal Abc, Animal sound, ABC Flash Card. Beberapa content ini membantu untuk pengenalan huruf dan pengenalan bunyi binatang atau pengenalan bermacam-macam binatang dengan gambar yang diambil dari foto aslinya maupun gambar animasi.

c.    Phonics Island.  Ini adalah aplikasi yang saya sarankan kepada anda untuk proses belajar huruf, mengetahui nama binatang, melihat kesamaan huruf. Awalnya saya iseng download yang free hanya dari huru F, N, D, E  dan ternyata sangat menarik untuk proses belajar. Saya mencoba mengajarkan cara mainnya kepada puteri saya dan selanjutnya dia senang sekali memainkannya. Akhirnya saya download semuanya tentu saja dengan charge 2 dolar kayaknya. Dalam aplikasi games ini anak dihadapkan pada sebuah pulau dan berisi monyet dan bagian pulau-pulau itu bermacam-macam hewan tinggal sesuai abjad hewan dari A-Z, setiap huruf diwakili beberapa jenis hewan sehingga lebih variatif. Setiap area aka nada instruksi untuk memindahkan hewan ke dalam kereta dan anak diminta sabar untuk mendengar dulu instruksinya baru melakukan permianan yaitu  memindahkan binatang tersebut ke sebuah kereta yang dikendari oleh monyet. Pulau di bagi menjadi 7 bagian  atau 7 level permainan. Ketika satu level terlewati pemainnya akan dihadiahi satu stiker yang ditempelkan di dinding khusus. Saya menyarankan anda yang memiliki anak balita untuk mencoba permainan ini dan tentu saja perlu kita damping supaya dapat memahami prosesnya.  Setiap hewan yang ada bisa di klik dan akan mengeluarkan bunyinya khas hewan tersebut dan ketika berhasil akan muncul suara cara pengucapannya nama hewan tersebut. So far anak saya sangat menyukai dan menjadi hapal cara membaca misalnya elephant, pengucapannya menjadi pas dengan phonics-nya. Menariknya lagi ketika berhasil ada feedback positif dengan kata-kata excellence, great job, awesome.Hal Ini melatih anak untuk mengucapkan kata-kata positif untuk menghargai usahanya.

d.  Toys Memori. Aplikasi ini menarik untuk melatih daya ingat anak terhadap benda dan memahami bentuk yang sama. 

e.   Kids Learn to. Aplikasi ini membantu anak untuk belajar kata, belajar membaca dan membuat kata  dalam bahasa inggris. Mulai dari kata yang sederhana dan terdiri dari 3 huruf. Menariknya ketika berhasil  ada  feedback dengan kata-kata pujian sperti Awesome, excellence. 

f.    Differences. Aplikasi ini cocok untuk membantu anak bisa mencari perbedan diantara 2 image dan melatih juga ketelitian untuk melihat mana yang masih belum sama dari gambar kedua.

g.   Play Piano, Play guitar, drum atau jenis music lainnya.  Aplikasi ini membantu anak dapat berlatih bermain music dn membedakan nada. Hal ini akan melatih kepekaan music.

Apakaha anda memiliki aplikasi yang lain, sharing yuuk

Tips Menggunakan Smartphone, Tablet Secara Bijak untuk Anak Balita Anda


Berapa gadget yang anda punyai sekarang?? Saya yakin saat ini minimal anda punya 2 gadget di kantong.  Harga Gadget yang terjangkau dengan teknologi yang canggih membuat kita dapat membeli lebih dari satu gadget.  Bahkan banyak anak balita  sudah memiliki gadget yang dibelikan orang tuanya sebagai hadiah atau memang diminta oleh anaknya. Anda pernah perhatikan di tempat umum, orang tua asyik dengan gadget  dan disebelahnya anaknya juga asyik memakai gadget. Kalau di Jakarta pemandangan ini sudah semakin lumrah karean saking banyaknya anak yang memagang Gadget. Pada pertemuan keluarga orang tua sibuk ngobrol dengan sesame orang yang lain sementara anak juga asyik dengan games dalam gadgetnya.

Situasi seperti ini tidak dapat dihindari karena memang  kemajuan teknologi membuat segalanya mudah diperoleh dan menyenangkan buat semuanya baik  kita sendiri maupun anak. Kalau dulu anak menangis ditempat umum lalu orang tuanya kemudian membeli permen atau es krim untuk menenangkannya maka sekarang sudah beda banget lho. Anak menangis di tempat umum orang tua  menenangkannya dengan memberikan tab supaya anak bisa bermain game. Ada juga anak dikasih tab supaya tidak mengganggu aktivitas orang tuanya entah di rumah ataupun diluar rumah. Kalau yang ini saya termasuk pernah melakukannya he he.

Bagaimana membuat gadget yang kita berikan kepada anak kita dapat membantu dan memberikan nilai positif sehingga tidak sekedar bermain tetapi menyaring content yang digunakan bersifat edukatif dan sesuai serta mendukung proses  perkembangan dan pertumbuhan anak.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya akan sharing bagaimana cara memjadikan Gadget sperti smartphone, tab sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk puteri saya. Sejak usia 3 tahun saya sudah memperkenalkan tab kepada anak saya. Tab mudah dipelajari oleh puteri saya karena dengan teknologi layar sentuh mudah buat anak menggunakan tab.

Pertama saya akan menyampaikan bagaimana cara saya mengatur pemakaian tab untuk anak saya. Tab yang digunakan untuk anak saya adalah tab yang saya gunaka jadi  bukan khusus dbeli untuk anak saya jadi saya perlu mengatur pemakaiannya.  
Beberapa hal yan diperhatikan ketika kita memberikan tab ataupun gadget lainnya adalah :
1.       Dampinglah anak anda ketika menggunakan tab
Lakukan pendampingan dan usahakan tetap berkomunikasi, misalnya mengajarkan cara bermain dalam aplikasi tertentu,  menanyakan apa yang sedang dimainkan, apa saja yang ada di dalam aplikasi tersebut. Buat anak yang lebih besar atau bukan balita mungkin mendampingi mereka dalam proses ini dirasa mengganggu mereka namun saya sarankan untuk anak yang baru awal menggunakan tab tetap damping. Jangan terlalu lama membiarkan anak anda bermain tab sendirian karena akan membuat dia tergantung dengan tab.

2.       Batasi waktu anak bermain tab.
Disini membutuhkan ketegasan karena biasanya anak kalau sudah bermain tab akan lupa aktu karena asyi dengan tab-nya. Apabila anak menangis karena tab-nya karena batas waktu bermain yang sudah ditentukan selesai biarkan saja dulu. Jangan memberikan tab lagi untuk menenangkan. Ada saatnya puera/I kita akan  berhenti menangis ketika tab-nya diambil. Saya pernah mengalami anak saya ngga mau berhenti main tab sampai jam 11 malam dan saya akhirnya mengambil tab meskipun dengan sedikit memaksa dan setelahnya anak saya menangis yah biarkan saja. Akhirnya juga dia tertidur dengan sendirinya.

3.      Konsisten dalam menerapkan aturan menggunakan tab.
Ketika kita sudah membuat aturan mengenai penggunaan tab dengan batasan waktu atau aturan mengenai Content yang boleh dimainkan maka laksanakan aturan itu secara konsisten untuk semua putra/i anda dan sepakati antara istri atau suami anda untuk menerapkan aturan tersebut dengan cara yang sama. Misalnya ketika  tab kita ambil karena waktu penggunaannya selesai maka lakukan dan ketika anak menangis  dan kita tidak tega kemudian memberikan toleransi dengan memberikan tab lagi untuk menenangkannya  maka jangan heran dikesempatan lain anak akan mengulang perilaku yang sama dengan menangis untuk meminta sesuatu dan akan berkembang bukan hanya untuk urusan tab namun semua hal akan dia lakukan dengan cara menangis. Karena anak belajar bahwa menangis adalah cara efektif agar orang tua mengabulkan permintaannya.

4.      Pilihlah content atau aplikasi yang sesuai usia dan content yang mendukung perkembangan belajar anak.
Saya akan membagikan beberapa content yang menurut saya sangat bermanfaat untuk perkembangan anak khususnya untuk anak yang dari awal kita biasakan berbahasa inggris. Puteri saya dari awal kami masukan ke sekolah yang bahasa pengantarnya Bahasa Inggris dan salah satu cara saya untuk membiasakan dia belajar bahasa inggris adalah dengan menggunakan tab.